Negara Ini Demam Emas, Warga Berbondong-bondong Gali Tanah Pakai Kapak

avatar
· Views 953
Negara Ini Demam Emas, Warga Berbondong-bondong Gali Tanah Pakai Kapak
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Angelika Warmuth
Jakarta

Salah satu pemukiman di Afrika Selatan, Johannesburg dilanda demam emas. Puluhan warga berbondong-bondong berjalan ke permukiman Springs, sekitar 50 kilometer (30 mil) sebelah timur kota.

Bermodal kapak hingga karung bekas tepung jagung, warga mencari peruntungan dengan menggali tanah untuk mencari emas. Penjaga keamanan Princess Thoko Mlangeni (33) mengatakan warga datang mencari emas sejak 8 Februari 2026.

"Mereka menyebar seperti virus," kata penjaga tersebut kepada AFP, dikutip dari France24, Selasa (17/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut warga sekitar pemburuan emas di permukiman tersebut berawal dari video seseorang yang viral di sosial media. Dalam video tersebut seseorang yang menggali lubang memperlihatkan warna tanah yang tidak biasa dan dinarasikan bahwa itu mengandung emas.

Baca juga: Ramalan Harga Emas Pekan Ini: Bisa Naik Terus-terusan

ADVERTISEMENT

Kabar tersebut menyebar di media sosial. Kemudian dalam beberapa hari permukiman itu dipenuhi oleh warga yang penuh dengan harapan mendapatkan emas.

Salah satu warga Siyabonga Sidontsa rela berjalan kaki 30 menit ke daerah tersebut hanya untuk membawa tanah-tanah tersebut. Ia membawa tanah itu dengan karung bekas tepung jagung dan gerobak yang sengaja dibelinya.

"Saya datang hari Selasa. Saya tinggal sekitar 30 menit berjalan kaki dari sini, dan saya membawa karung-karung itu kembali dengan gerobak dorong itu," katanya.

Dia mengaku telah membawa 10 karung tanah setiap hari dan mengatakan telah menghasilkan 450 rand atau hampir US$ 30. Ayah tiga anak itu mengatakan pendapatan itu lebih banyak banyak daripada penghasilannya dalam seminggu saat menjadi tukang kebun lima tahun lalu.

"Saya hanya mendapatkan sedikit, tetapi saya bisa membeli makanan dengan uang itu," kata pria berusia 47 tahun itu.

Sebagai informasi, Afrika Selatan, yang sejak lama terkenal dengan kekayaan mineralnya. Negara tersebut sempat juga dilanda kegilaan serupa pada tahun 2021 ketika batu-batu seperti kristal ditemukan di provinsi KwaZulu-Natal. Kala itu memicu demam berlian, namun dikonfirmasi oleh para ahli bahwa itu hanyalah kuarsa.

(ada/eds)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest