Emas Melonjak 2%, Sentimen Geopolitik dan Notulen The Fed Jadi Sorotan Pasar

avatar
· Views 1,452
  • Emas naik >2% ke kisaran USD5.000 per ons dipicu tensi geopolitik, meski notulen the Fed cenderung hawkish.
  • The Fed tahan suku bunga, pasar belum ekspektasi perubahan sebelum Juni dan menanti data inflasi PCE.
  • Logam lain ikut menguat: perak, platinum, dan paladium rebound tajam.

Ipotnews - Harga emas melambung lebih dari 2% pada perdagangan Rabu, seiring investor mencermati risiko geopolitik yang masih membara meski risalah rapat Federal Reserve menunjukkan perbedaan pandangan terkait arah suku bunga.
Emas spot melonjak 2,4% menjadi USD4.992,11 per ons pada pukul 02.18 WIB, setelah sempat merosot lebih dari 2% ke USD4.841,74 pada sesi Selasa--level terendah dalam sepekan, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (18/2) atau Kamis (19/2) dini hari WIB.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup menguat 2,1% ke posisi USD5.009,50 per ons.
Analis Marex, Edward Meir, mengatakan pasar masih dibayangi kekhawatiran atas ketegangan geopolitik, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat. Namun demikian, dia menilai pergerakan emas sepanjang Februari cenderung berada dalam rentang sempit tanpa arah yang jelas.
Di sisi geopolitik, pembicaraan damai selama dua hari di Jenewa antara Rusia dan Ukraina berakhir tanpa terobosan. Gedung Putih juga menyatakan diskusi dengan Iran hanya menghasilkan kemajuan terbatas, dengan sejumlah perbedaan yang masih belum terselesaikan dan Teheran diperkirakan kembali membawa rincian tambahan dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, notulen rapat Januari bank sentral AS menunjukkan para pejabat hampir sepakat mempertahankan suku bunga bulan lalu. Namun, terdapat perbedaan pandangan mengenai prospek ke depan. Beberapa pejabat memperingatkan suku bunga bisa kembali dinaikkan jika inflasi tetap tinggi, sementara yang lain mendiskusikan kemungkinan serta waktu yang tepat untuk pemangkasan lanjutan.
Tai Wong, trader logam independen, menilai emas berpeluang kembali menembus level USD5.000 meskipun notulen the Fed bernada agak hawkish. Menurutnya, mayoritas pelaku pasar belum melihat perubahan suku bunga sebelum Juni.
Dari sisi data ekonomi Amerika, inflasi harga konsumen Januari tercatat lebih lemah dari perkiraan, namun pertumbuhan lapangan kerja melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran menurun.
Pelaku pasar kini menantikan laporan personal consumption expenditure (PCE) Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat, yang merupakan indikator inflasi pilihan the Fed, guna memperoleh petunjuk lanjutan mengenai tekanan harga dan dampaknya terhadap biaya pinjaman.
Sebagai aset lindung nilai yang tidak memberikan imbal hasil, logam kuning cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di pasar logam lainnya, perak spot melejit 5,2% menjadi USD77,24 per ons setelah sebelumnya anjlok lebih dari 4%. Platinum spot melesat 3,5% ke posisi USD2.078,28 per ons, sedangkan paladium menguat 1,2% jadi USD1.702,75 per ons. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest