Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perjanjian dagang tarif resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang telah diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump tak akan membuat pasar domestik kebanjiran produk asal Negeri Paman Sam.
Ia mengatakan bersamaan dengan ditekennya perjanjian dagang itu, Indonesia dan AS sepakat untuk membentuk Council of Trade and Investment. Nantinya forum kerja sama perdagangan ini akan menjadi wadah pembahasan terkait perdagangan, investasi, serta keseimbangan neraca dagang antar kedua negara.
Dengan begitu, jika sewaktu-waktu dalam pelaksanaan perjanjian itu malah membuat Indonesia kebajikan produk asal AS yang kemudian merusak pasar domestik, maka pemerintah berhak menetapkan langkah-langkah perlindungan seperti penerapan tarif dumping dan lainnya. Kondisi ini juga berlaku sebaliknya untuk AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita membentuk work of council, jadi kalau ada lonjakan impor dari kedua negara yang dianggap tidak normal atau dengan harga yang tidak umum, nah itu tentu berlaku regulasi seperti di WTO, dumping dan yang lain," kata Airlangga dalam konferensi pers yang dilakukan secara online, Jumat (20/2/2026).
Meski begitu, langkah-langkah perlindungan yang dilakukan pemerintah terhadap produk asal AS harus sudah terlebih dulu dibahas dalam forum kerja sama tersebut. Sehingga saat langkah perlindungan pasar domestik itu diberlakukan, baik Indonesia maupun AS tidak ada yang melanggar perjanjian.
"Namun sebelumnya dibawa dulu ke work of council. Jadi kita sudah punya mekanisme dengan Amerika sehingga tentunya akses pasar bagi barang Amerika, demikian pula akses pasar untuk barang Indonesia yang melonjak ekspornya ke Amerika, jadi sudah ada mekanisme," terangnya.
Baca juga: Efek Kesepakatan Prabowo-Trump, RI Borong Minyak AS Rp 253 Triliun |
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal (Agreements on Reciprocal Trade/ART) di sela-sela rangkaian kegiatan Board of Peace (BoP) di Washington D.C, AS, pada Kamis (19/2) pagi waktu setempat.
"Hari ini, tadi pagi, Bapak Presiden langsung menandatangani kerja sama agreement of reciprocal trade yang diberi judul Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance dan ditandatangani secara bersama baik oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump," kata Airlangga.
Ia mengatakan kesepakatan ini merupakan hasil dari proses negosiasi yang sangat panjang dan intensif sejak pengumuman kebijakan tarif resiprokal Trump pada April 2025 lalu. Dalam hal ini pemerintah Indonesia telah mengirim empat surat resmi sepanjang 2025 dan sekitar 90% usulan Indonesia disetujui pihak AS.
Meski begitu, kesepakatan dagang Indonesia-AS ini berlaku paling lambat 90 hari alias 3 bulan setelah proses legalitas di kedua negara sudah terselesaikan. Artinya perjanjian tersebut tidak langsung berlaku usai penandatanganan ini.
"Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR maupun di Amerika dengan proses internalnya," ujarnya.
(igo/fdl)Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ