Pasar Induk Kramat Jati Diguyur Cabai Rawit Merah, Harga Rp 55 Ribu/Kg

avatar
· Views 87
Pasar Induk Kramat Jati Diguyur Cabai Rawit Merah, Harga Rp 55 Ribu/Kg
Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Jakarta

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) mengguyur pasokan cabai rawit ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) hari ini, Jumat (20/2/2026). Pasokan tersebut berasal dari Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat yang dikirim pada Kamis (19/2/2026).

Sementara pasokan cabai di PIKJ pada Kamis, berasal dari Magelang sebanyak 980 kg. Adapun Aksi Guyur Pasokan Cabai di PIKJ ini dilakukan menyusul kenaikan harga cabai rawit yang melonjak hingga Rp 120.000 per kilogram (kg) dari harga normal Rp 55.000 per kg.

"Pasokan hari ini (Kamis) sekitar 980 kilogram berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insyaallah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur," kata Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Muhammad Agung Sunusi, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menjelaskan, kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan seluruh pihak. Dengan begitu, harga cabai rawit di konsumen bisa lebih stabil dan petani memperoleh margin yang wajar.

"Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp 50.000 per kilogram dan harga di PIKJ Rp 55.000 per kilogram. Kami harapkan di tingkat konsumen dan pengecer maksimal di harga Rp 65.000 per kilogram," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule, memastikan stok cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi surplus. Penambahan pasokan di PIKJ rencananya dilakukan selama 14 hari ke depan untuk memastikan harga cabai rawit kembali stabil.

"Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ," ungkapnya.

Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ, hingga dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan, utamanya dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Pemerintah akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum," ujar Amran.

(ahi/hns)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest