- Emas naik tipis meski turun mingguan, terdorong dolar kuat & risiko geopolitik AS-Iran.
- Safe-haven diminati, permintaan fisik India lesu, pasar Asia banyak tutup.
- Arah selanjutnya tergantung data inflasi PCE & kebijakan the Fed.
Ipotnews - Harga emas menguat, Jumat, namun tetap berada di jalur penurunan mingguan seiring apresiasi dolar AS ke level tertinggi dalam hampir satu bulan. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi utama Amerika untuk menilai arah kebijakan moneter selanjutnya dari Federal Reserve.
Emas spot naik 0,4% menjadi USD5.020,95 per ons pada pukul 14.01 WIB, meski secara mingguan masih turun sekitar 0,5%, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (20/2).
Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April menguat 0,8% ke posisi USD5.037,60 per ons.
Managing Director GoldSilver Central, Brian Lan, mengatakan logam mulia masih menjadi perhatian investor, terutama saat harga terkoreksi. Menurutnya, banyak pelaku pasar memanfaatkan pelemahan harga untuk melakukan pembelian.
Dia juga menilai bank sentral global akan tetap mempertimbangkan emas sebagai aset lindung nilai di tengah risiko geopolitik yang masih tinggi, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya dalam 10 hingga 15 hari atau menghadapi konsekuensi serius.
Hal itu memicu ancaman dari Teheran untuk membalas serangan terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut jika diserang. Situasi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian global.
Analis Goldman Sachs menilai perlambatan pembelian emas oleh bank sentral akibat volatilitas harga kemungkinan hanya bersifat sementara. Lembaga tersebut memproyeksikan tren harga emas dalam jangka menengah tetap mengarah naik, meski volatilitas diperkirakan masih tinggi.
Fokus utama pasar kini tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS, indikator inflasi pilihan the Fed.
Risalah rapat kebijakan Januari bank sentral itu menunjukkan sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tetap tinggi.
Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar juga mulai sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Juni.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, logam kuning cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah. Oleh karena itu, arah kebijakan moneter AS akan sangat menentukan pergerakan harga selanjutnya.
Permintaan emas fisik di India dilaporkan masih lesu pekan ini akibat volatilitas harga yang menahan minat beli. Sementara itu, sejumlah pusat perdagangan utama di Asia, termasuk China, tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Logam lainnya, harga perak spot naik 0,6% menjadi USD78,83 per ons. Platinum spot menguat 0,8% ke posisi USD2.085,64 per ons, sedangkan paladium bertambah 0,4% jadi USD1.691,62 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ