Antam Kembangkan Narseri-Taman Kehati, Libatkan Masyarakat Sekitar Tambang

avatar
· Views 1,281
Antam Kembangkan Narseri-Taman Kehati, Libatkan Masyarakat Sekitar Tambang
Foto: Pradita Utama
Jakarta

PT Aneka Tambang Tbk (Antam), anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, mengembangkan narseri dan taman keanekaragaman hayati (kehati) di Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.

Java Region External Relations & CSR Sub Division Head PT Antam Tbk, Agustinus Toko Susetio mengatakan pengembangan narseri dilakukan melalui pembibitan tanaman lokal dan endemik. Bibit tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan reklamasi dan revegetasi, baik di dalam wilayah operasi perusahaan maupun untuk masyarakat.

"Yang kami lakukan adalah pembibitan tanaman lokal dan endemik, kemudian menyediakan bibit tersebut untuk kegiatan reklamasi dan revegetasi baik di wilayah UBPE maupun untuk masyarakat," ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Antam juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Fokus utama perusahaan saat ini adalah penguatan konservasi tanaman lokal dan endemik serta penyediaan bibit untuk mendukung program reklamasi.

Tak hanya mengembangkan narseri di area tambang, Antam juga membina mitra binaan agar mampu melakukan pembibitan secara mandiri. Bibit yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan internal perusahaan, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan di luar wilayah operasi.

ADVERTISEMENT

Menurut Agustinus, program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya kualitas lingkungan hidup, menurunnya potensi erosi, hingga terbukanya peluang kerja melalui keterlibatan dalam program narseri dan kehati.

Antam turut berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Modal Kampung Konservasi (MKK) Cisangku Desa Malasari, serta pengelola bentang hutan yang mengelilingi kawasan tambang.

Kelompok Konservasi Perluas Jejaring dan Peluang Ekonomi

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Modal Kampung Konservasi (MKK) Cisangku, Hendrik mengatakan kelompoknya dibentuk pada 2007 oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Sejak awal, kelompok tersebut berfokus menjaga kawasan hutan dan membudidayakan tanaman endemik Jawa Barat. Pada 2022, kelompoknya mulai bekerja sama dengan PT Antam UBPE Pongkor untuk mengembangkan kegiatan yang telah berjalan.

"Alhamdulillah, pada tahun 2022 kami bekerja sama dengan PT Antam Pongkor agar kelompok yang sudah berjalan ini bisa berkembang," katanya.

Ia menyebut pendampingan dari perusahaan membuka akses jejaring yang lebih luas bagi kelompok, mulai dari penjualan kopi, pasar wisata, hingga pasar bibit tanaman. Manfaat yang dirasakan tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga peningkatan pengalaman dan pengetahuan anggota kelompok.

Pendampingan Dongkrak Luas Lahan dan Serapan Tenaga Kerja

Hal serupa dirasakan Kelompok Tani Taruna Muda Garitan. Ketua Kelompok Garitan, Wahyudin, mengatakan pendampingan dari PT Antam mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan seperti cabai dan tomat.

"Jadi, Antam melihat potensi di sini ternyata bisa dikembangkan di tanaman healthy seperti cabai dan tomat ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 2023 dirinya memulai usaha dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Hingga akhir 2025, lahan yang dikelola telah berkembang menjadi sekitar 3 hektare.

Jumlah anggota kelompok juga meningkat signifikan. Awalnya program ketahanan pangan melibatkan enam orang, namun pada 2025 tercatat sebanyak 25 orang telah bergabung berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa dan terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluh) Kementerian Pertanian.

Program pendampingan tersebut dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas petani lokal di sekitar wilayah operasi tambang.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara PT Antam UBPE Pongkor dan kelompok masyarakat di sekitar kawasan tambang menunjukkan bahwa program pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Pengembangan narseri, konservasi tanaman endemik, hingga pendampingan pertanian tidak hanya mendukung upaya reklamasi dan revegetasi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga.

Melalui pendekatan kemitraan dan pendampingan berkelanjutan, Antam menargetkan terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih terjaga sekaligus masyarakat yang semakin mandiri secara ekonomi di sekitar wilayah operasionalnya.



Dari Tambang ke Kehidupan, Konservasi Hayati Pascatambang PT Timah & PT Antam

Dari Tambang ke Kehidupan, Konservasi Hayati Pascatambang PT Timah & PT Antam


(anl/ega)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest