- Emas spot naik 0,6% ke USD5.196,99, didorong pelemahan dolar dan ketidakpastian kebijakan AS-Iran.
- Emas berjangka turun 0,26%, pasar menanti keputusan tarif AS dan pemangkasan suku bunga Fed.
- Perak turun 0,1%, platinum naik 0,3%, dan paladium melemah 0,2%.
Ipotnews - Harga emas menguat, Kamis, didorong pelemahan dolar dan permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif Amerika serta pembicaraan antara AS-Iran.
Emas spot naik 0,6% menjadi USD5.196,99 per ons pada pukul 13.41 WIB, setelah mencatatkan level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan pada sesi Selasa, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Kamis (26/2).
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April turun 0,26% menjadi USD5.212,60 per ons.
Christopher Wong, analis OCBC , mengatakan pergerakan harga emas ini mencerminkan penyesuaian terhadap ketidakpastian kebijakan tarif terbaru, kekhawatiran geopolitik, dan dolar yang lemah.
"Konsolidasi dua arah masih mungkin terjadi dalam jangka pendek karena pasar mencerna berita geopolitik, pergerakan dolar, kejutan tarif, dan ketidakpastian kebijakan the Fed," ujar Wong.
Pada awal perdagangan, dolar AS berada dalam posisi melemah, di tengah kepercayaan investor yang meningkat setelah Nvidia melaporkan pendapatan lebih baik dari ekspektasi, sementara pasar menantikan rincian bea masuk Amerika terbaru.
Depresiasi dolar membuat logam kuning yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Tarif AS untuk beberapa negara akan naik menjadi 15% atau lebih tinggi lagi, meningkat dari tarif 10% yang baru diberlakukan, ungkap Jamieson Greer, Perwakilan Perdagangan Amerika, Rabu, meski tanpa menyebutkan negara mana yang terpengaruh atau memberikan rincian lebih lanjut.
Di sisi lain, pasar saat ini mengantisipasi tiga kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Federal Reserve pada 2026, menurut FedWatch Tool CME Group.
Investor menunggu data klaim pengangguran mingguan yang dijadwalkan keluar hari ini untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter the Fed.
Selain itu, perundingan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Kamis, juga menjadi perhatian pasar. Pembicaraan ini bertujuan untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang berlangsung lama dan menghindari serangan militer baru AS terhadap Iran setelah adanya peningkatan besar-besaran kekuatan militer.
Sementara itu, Deutsche Bank mencatat dimulainya kembali kinerja yang lebih baik dari logam putih dibandingkan emas. "Ini mendukung perkiraan perak kami sebesar USD100 pada akhir tahun, berdasarkan rasio emas-perak yang mencapai 60," kata bank tersebut.
Harga spot perak turun 0,1% menjadi USD89,29 per ons, setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu, Rabu.
Platinum spot naik 0,3% jadi USD2.292,83 per ons, sementara paladium melemah 0,2% ke posisi USD1.791,79. Kedua logam ini mencatatkan level tertinggi dalam tiga minggu pada sesi sebelumnya. (Reuters/Bloomberg/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ