Impor Mobil India jadi Polemik, Dasco Minta Tunda

avatar
· Views 1,406
Impor Mobil India jadi Polemik, Dasco Minta Tunda
Foto: Fildan
Jakarta

Kritik keras bermunculan usai adanya wacana impor 105 ribu mobil dari India. Rencananya, mobil-mobil tersebut akan digunakan untuk operasional Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Terkait hal ini, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana tersebut ditunda. Menurutnya, keputusan tersebut harus menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto yang masih melakukan lawatan ke luar negeri.

Menurutnya, soal impor ribuan mobil tersebut perlu didiskusikan lebih lanjut mulai dari sumber anggaran hingga perhitungan pascajualnya. Dengan demikian, kalkulasi beban fiskal di masa mendatang dapat termitigasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya Presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri," ujar Dasco.

"Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Rencana yang diinisiasi BUMN Agrinas Pangan Nusantara, sebagai pelaksana utama pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Indonesia tersebut semakin meruncing saat protes juga muncul dari Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Mengutip detikOto, Agus mengatakan Indonesia sebenarnya sudah sanggup memproduksi pikap dengan kapasitas besar. Bahkan, pabrik kendaraan komersial di Indonesia mampu memproduksi hingga 1 juta unit kendaraan setahun. Sehingga, dengan permintaan yang hanya berkisar 10-15 persen, keputusan mengimpor kendaraan dari luar dianggap tak bijak.

"Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri," ujar Agus dikutip dari detikOto, Senin(23/2).

Dorongan juga muncul dari Ekonom Senior INDEF, Didik Rachbini. Ia menilai jika besaran impor tersebut berpotensi menekan neraca perdagangan dan memperburuk neraca pembayaran. menurutnya , sektor ekspor otomotif RI akan menjadi salah satu yang terdampak. Didik juga mengatakan jika situasi ini nantinya akan mempengaruhi basis produksi otomotif dalam negeri yang saat ini tengah diperkuat.

Lalu sejauh mana wacana ini dapat mempengaruhi industri dalam negeri? Simak diskusinya dalam detikSore bersama Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad.

Menuju Jawa Timur, detikSore akan mengulas kabar terbaru soal kasus rangkap jabatan yang dilakukan oleh seorang guru honorer di Probolinggo. Merangkum detikJatim, Muhammad Misbahul Huda (MMH), guru honorer di SDN Brabe 1, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, harus berurusan dengan hukum karena diduga melakukan praktik rangkap jabatan.

Disebutkan jika MMH dijerat sebagai tersangka dugaan korupsi akibat rangkap jabatan tersebut. Hal ini menarik perhatian publik. Sebabnya, usaha yang dilakukan oleh MMH semata-mata untuk menambah pendapatan dari bayaran terbatas sebagai guru honorer.

Apa saja fakta-fakta kasus ini? Bagaimana nasib MMH saat ini? Simak laporan Redaktur detikJatim selengkapnya.

Jelang petang nanti, detikSore akan kembali mengulas perkembangan terbaru tentang impor mobil dari India. Merangkum detikOto, persoalan ini sebenarnya pernah didiskusikan bersama Kementerian Perdagangan.

Merespons rencana PT Agrinas Pangan Nusantara, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan jika impor pickup tersebut bebas atau tidak memerlukan izin persetujuan impor (PI).

"Kalau mobil kan bebas. Mobil kan tidak perlu PI, tidak perlu rekomendasi," ujar Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).

Terbaru, mobil jenis pickup CBU asal India ini telah masuk Indonesia secara bertahap. Atas sengkarut masalah ini, unit kendaraan yang sudah berada di Indonesia tersebut akan disimpan di Kodim, sembari menunggu kesiapan koperasi.

Lalu apa saja polemik yang muncul hingga saat ini? Seperti apa nasib mobil-mobil yang sudah terlanjur sampai di Indonesia? Simak diskusinya dalam Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest