- Emas stabil meski imbal hasil US Treasury turun.
- Penurunan imbal hasil US Treasury dukung harga emas, permintaan safe-haven menurun.
- Perak, platinum, dan palladium naik signifikan.
Ipotnews - Harga emas relatif stabil, Jumat, meski penurunan imbal hasil US Treasury memberikan dukungan terhadap logam mulia tersebut. Namun, permintaan yang lebih lemah terhadap aset safe-haven membatasi kenaikan harga emas, sementara investor masih mencermati perkembangan pembicaraan nuklir Amerika-Iran.
Emas spot turun tipis 0,1% menjadi USD5.180,09 per ons pada pukul 14.52 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April naik 0,1% menjadi USD5.196,70 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (27/2).
Pada saat yang sama, imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun tersungkur ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.
Kelvin Wong, analis OANDA, menjelaskan, "Imbal hasil US Treasury 10 tahun setelah dikurangi inflasi, atau yang disebut yield riil, anjlok, dan itu justru menjadi faktor pendukung saat ini, memungkinkan harga emas untuk tetap stabil meski premi risiko sedikit berkurang setelah pembicaraan AS-Iran."
Logam kuning diperkirakan mencatatkan kenaikan bulan ketujuh berturut-turut, dengan lonjakan lebih dari 6% pada Februari. Bulan ini, ketidakpastian terkait tarif AS yang diperbaharui serta ketegangan antara Amerika-Iran meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
Amerika dan Iran dilaporkan membuat kemajuan dalam pembicaraan mengenai program nuklir Teheran yang berlangsung di Jenewa, Kamis, meski negosiasi berakhir tanpa terobosan signifikan untuk menghindari potensi serangan AS di tengah peningkatan pengerahan militer.
Namun, meski ketegangan mereda, ketidakpastian yang terus berlanjut memengaruhi pasar emas sebagai aset yang diandalkan saat kondisi geopolitik memburuk.
Sementara itu, dolar AS diperkirakan mencatat kenaikan 0,6% untuk bulan ini, seiring dengan indikasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve, membuat emas yang dibanderol dalam greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang didukung Presiden Donald Trump, diprediksi memperlambat rencana pemotongan suku bunga setelah munculnya optimisme mengenai prospek perekonomian Amerika.
Meski ada sedikit kenaikan jumlah klaim pengangguran baru di AS minggu lalu, data menunjukkan tingkat pengangguran tampaknya tetap stabil pada Februari, mencerminkan pasar tenaga kerja yang stabil.
Pasar kini memperkirakan setidaknya tiga kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh the Fed pada 2026, menurut FedWatch Tool CME Group.
Selain emas, harga perak spot melonjak 1,9% menjadi USD90,10 per ons, dan diperkirakan mencatatkan kenaikan 6,5% untuk bulan ini. Harga platinum juga melesat 5,5% jadi USD2.398,12 per ons, yang merupakan level tertinggi dalam empat pekan, sementara palladium melambung 2,8% menjadi USD1.834,52 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ