Ngggak Cuma AS, India Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Incaran Dunia

avatar
· Views 566
Ngggak Cuma AS, India Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Incaran Dunia
Ilustrasi pengolahan logam tanah jarang atau rare earth.Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta

Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan India dalam pengembangan critical mineral atau mineral kritis serta fasilitas dalam mendukung produksi baja.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung usai dirinya bertemu dengan Sandeep Poundrik, Secretary, Ministry of Steel, Government of India beberapa waktu lalu.

Yuliot mengatakan langkah ini guna memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai payung kerja sama kedua negara. Nantinya jika sudah sama-sama sepakat akan ditandatangani ditingkat Menteri.

"Kita membahas banyak aspek. Ini kan salah satu yang mereka tanyakan adalah bagaimana untuk peningkatan kerja sama yang dituangkan di dalam bentuk perjanjian itu atau MoU kerja sama," ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT
Baca juga: AS Bakal Masuk RI Garap Harta Karun Berharga Incaran Dunia

Yuliot bilang dalam MoU tersebut pemerintah India akan mendorong perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di sektor industri logam.

"Jadi di situ kerja sama itu adalah dari India, mereka juga akan mendorong investasi perusahaan-perusahaan India untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama di industri logam," ujar Yuliot.

Selain itu, kedua negara akan menjajaki pengembangan kelanjutan dari industri logam menjadi peralatan dan barang modal yang dapat diproduksi bersama.

"Kemudian itu juga dari sisi pemanfaatan, itu juga ada kelanjutan hilirisasi nya dari industri logam itu untuk peralatan-peralatan atau industri barang modal apa yang bisa sama-sama dikembangkan," katanya.

Pembahasan terakhir kata Yuliot yakni adanya kerja sama pengembangan barang-barang modal dalam bentuk riset dan inovasi yang lebih efisien dalam pemanfaatannya nanti.

"Dari India itu akan menyampaikan draf MoU yang kemudian kita juga akan konsultasi dengan Kementerian Luar Negeri yang terkait dengan kerangka MoU yang akan dibahas dan juga akan ditindaklanjuti penandatanganan antar menteri, Menteri ESDM dengan Menteri Logam India," terangnya.

(hrp/hns)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest