- Harga aluminium naik 3,21% akibat ketegangan AS, Israel, dan Iran di Selat Hormuz.
- Aluminium di LME naik 2,79%, tembaga juga menguat 1%.
- Ketidakstabilan geopolitik memperketat pasokan aluminium, produksi China hampir maksimal.
Ipotnews - Harga aluminium melesat, Senin, dipicu kekhawatiran atas potensi gangguan pengiriman di Selat Hormuz, jalur penting untuk komoditas global, menyusul serangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang semakin meningkatkan ketegangan geopolitik.
Kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) melambung 3,21% untuk menutup perdagangan siang di 24.465 yuan per ton metrik, setelah mencapai level tertinggi dalam empat minggu 24.495 yuan, demikian laporan Reuters, di Beijing, Senin (2/3).
Sementara itu, harga aluminium untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) melonjak 2,79%, menjadi USD3.227,50 per ton pada pukul 14.00 WIB, setelah menyentuh level tertinggi dalam sebulan di USD3.232.
Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Tehran, Minggu, dan Iran membalas dengan serangan rudal, setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang membuat Timur Tengah dan ekonomi global semakin terjerumus ke jurang ketidakpastian yang dalam.
Meski pengiriman minyak melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya terblokir, kapal tanker menghentikan transit di jalur ini, yang menjadi jalur vital bagi pengiriman minyak dan komoditas lainnya. Selat Hormuz juga menjadi penghubung utama bagi ekspor aluminium dari kawasan Timur Tengah.
Menurut Natalie Scott-Gray, analis StoneX, kawasan Timur Tengah memproduksi sekitar 6,85 juta ton aluminium olahan, atau sekitar sepersepuluh dari output global dan seperempat dari produksi aluminium di luar China.
Mayoritas aluminium ini diekspor, dengan sekitar seperlima dari impor aluminium Eropa berasal dari kawasan tersebut pada 2023, setelah Eropa beralih dari material aluminium Rusia.
Kondisi geopolitik yang tidak stabil diperkirakan semakin memperketat pasokan aluminium, dengan kapasitas produksi di China hampir mencapai batas atas dan stok di bursa yang berada di bawah normal musiman.
Sementara itu, harga tembaga juga menunjukkan kenaikan. Kontrak tembaga Shanghai yang paling aktif ditutup melompat 1% jadi 103.850 yuan per ton. Di LME, tembaga benchmark mencatatkan kenaikan 0,34%, menjadi USD13.389 per ton.
Harga tembaga melejit ke level tertinggi dalam empat minggu, pekaN lalu, namun tetap tertekan oleh meningkatnya persediaan global, dengan stok tembaga di gudang Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) mencatatkan rekor tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.
Logam dasar lainnya juga menunjukkan kenaikan. Di bursa berjangka Shanghai, seng (zinc) melonjak 1,12%, timbal (lead) meningkat 0,63%, nikel menguat 1,09%, dan timah meroket hingga 2,96%.
Di kompleks LME, harga seng melompat 1,16%, timbal bertambah 0,82%, sementara nikel naik 0,20%, dan timah anjlok 2,51%. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ