Selat Hormuz Terganggu, Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Brent Q2 Jadi USD76

avatar
· Views 761
  • Goldman Sachs naikkan proyeksi harga Brent dan WTI 2026 jadi USD76 dan USD71 per barel, dampak gangguan di Selat Hormuz.
  • Harga Brent bisa tembus USD100 jika gangguan pasokan berlanjut.
  • Proyeksi harga 2026 dan 2027: Brent USD66 dan USD70, WTI USD62 dan USD66.

Ipotnews - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga rata-rata minyak Brent untuk kuartal kedua 2026 sebesar USD10 menjadi USD76 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) USD9 ke posisi USD71.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa penurunan besar aliran minyak melalui Selat Hormuz akan menyebabkan penyusutan signifikan dalam stok minyak di negara-negara OECD dan produksi minyak Timur Tengah pada Maret, seperti dilansir  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (4/3).
Selat Hormuz, saluran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, merupakan titik krusial dalam pasokan energi global, menangani sekitar sepertiga dari pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Goldman Sachs menyatakan proyeksinya tetap sangat condong ke arah kenaikan, dengan sejumlah risiko yang mencakup gangguan ekspor yang lebih lama dari ekspektasi melalui Selat Hormuz, serta potensi kerusakan pada fasilitas produksi minyak.
"Jika volume di Hormuz tetap datar selama 5 minggu tambahan, harga Brent kemungkinan akan mencapai USD100, level yang terkait dengan kerusakan permintaan yang lebih besar untuk mencegah stok jatuh ke posisi yang sangat rendah," kata bank Wall Street itu.
Harga minyak Brent, patokan internasional, melambung USD2,47 atau 3,03% menjadi USD83,87 per barel pada pukul 14.09 WIB. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, melesat 2,80% atau USD2,13 jadi USD76,69 per barel.
Goldman Sachs juga melihat adanya risiko penurunan harga dari normalisasi aliran minyak yang lebih cepat di Selat Hormuz.
Bank tersebut juga merevisi proyeksi harga untuk kuartal keempat 2026, dengan memperkirakan harga Brent dan WTI masing-masing USD66 dan USD62, dan untuk 2027, harga diperkirakan USD70 untuk Brent dan USD66 untuk WTI. (Reuters/Bloomberg/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest