Timur Tengah Membara, Citi Naikkan Target Harga Aluminium Jadi USD3.600

avatar
· Views 316
  • Citi naikkan target harga aluminium jadi USD3.600, potensi USD4.000 karena gangguan pasokan akibat konflik Iran.
  • Aluminium Bahrain deklarasikan force majeure, pengiriman tertunda karena lumpuhnya Selat Hormuz.
  • Harga aluminium LME hampir empat tahun tertinggi, risiko pengiriman dan restart smelter bisa menunda pasokan.

Ipotnews - Citi menaikkan target harga aluminium LME 0-3 bulan menjadi USD3.600 per metrik ton, meningkat dari USD3.400, dan mengatakan harga dapat melesat hingga USD4.000 dalam skenario optimistis, dengan alasan gangguan pasokan dan deklarasi force majeure setelah perang pecah di Iran.
"Force majeure kini telah terwujud di dua produsen Teluk, menandai pergeseran yang jelas dari risiko ke gangguan yang nyata," ungkap Citi, seperti dilansir  Reuters,  di Bengaluru, Rabu (4/3) atau Kamis (5/3) pagi WIB.
Harga aluminium untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange mencatat level tertinggi hampir empat tahun, Rabu, terkatrol kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Lonjakan harga ini diperkuat oleh penghentian pengiriman Aluminium Bahrain (Alba), yang mengoperasikan smelter aluminium terbesar di luar China. Aluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam sektor konstruksi, transportasi dan kemasan.
Alba menyatakan force majeure, Rabu, memperingatkan beberapa pelanggannya akan kemungkinan keterlambatan pengiriman karena tidak bisa melewati Selat Hormuz.
Selat yang menghubungkan Iran dan Oman ini membawa sekitar satu perlima konsumsi minyak global, dan hampir lumpuh setelah sejumlah kapal menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.
"Efek konflik bisa berlangsung lama karena masalah pengiriman dan asuransi. Produk aluminium utama yang dikirim dalam kontainer kemungkinan akan pulih lebih lambat dibanding aliran berbasis tanker, meski transit sebagian kembali normal. Risiko ketidakstabilan fasilitas atau potline juga bisa menunda restart beberapa bulan," kata Citi.
Selain itu, Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga aluminium bisa mencapai USD3.600 per ton jika produksi di kawasan ini terganggu selama sebulan penuh. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest