Pengusaha angkutan penyeberangan mengeluhkan kondisi kapal feri yang tidak dapat beroperasi secara optimal. Banyak kapal justru tidak bisa mengangkut penumpang.
Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menyatakan hal ini terjadi karena keterbatasan kapasitas dermaga sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal
"Pada lintasan strategis seperti Merak-Bakauheni maupun Ketapang-Gilimanuk, jumlah kapal sebenarnya sudah mencukupi bahkan cenderung berlebih. Persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas dermaga sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal," ujar Ketua Umum GAPASDAP Khoiri Soetomo dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: ASDP Ungkap Kunci Kelancaran Penyeberangan Saat Nataru |
Selain itu, selama kebijakan pengaturan arus kendaraan diberlakukan, misalnya saat musim mudik, dalam beberapa kondisi terjadi ketidakseimbangan distribusi kendaraan antara pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang. Pada saat pelabuhan utama relatif kosong, pelabuhan penunjang seperti BBJ dan Ciwandan justru mengalami antrean kendaraan barang yang sangat panjang.
Kondisi tersebut juga memunculkan pola operasi TBB (Tiba Bongkar Berangkat) yang membuat kapal tiba di pelabuhan tujuan melakukan bongkar kendaraan, namun kembali berangkat tanpa memuat kendaraan atau muatan.
"Dalam situasi tersebut kapal tetap beroperasi dengan biaya penuh namun tanpa pendapatan yang seimbang, sehingga operator penyeberangan pada praktiknya turut menanggung beban ekonomi yang cukup besar dalam menjaga kelancaran Angkutan Lebaran," jelas Khoiri.
Baca juga: Sudah Bisa Dibeli, Tiket Kapal Feri di 7 Rute Ini Diskon 19%! |
GAPASDAP juga menilai bahwa hingga saat ini industri penyeberangan belum memperoleh fleksibilitas kebijakan ekonomi yang sama dengan moda transportasi lainnya. Pada sektor penerbangan, kereta api, maupun angkutan darat, pemerintah memberikan ruang penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode puncak perjalanan.
Menurut Khoiri, mekanisme tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha operator, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengatur distribusi permintaan.
"Penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode tertentu dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga penumpukan pada waktu dan pelabuhan tertentu dapat dikurangi," tambah Khoiri.
Selain itu, pihaknya juga memandang bahwa dalam jangka menengah dan panjang diperlukan peningkatan kapasitas dermaga pada lintasan penyeberangan utama sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi nasional.
(hal/ara)Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ