BGN Sebut Insentif Rp 6 Juta/Hari Pengembalian Investasi, Bukan Laba

avatar
· Views 659
BGN Sebut Insentif Rp 6 Juta/Hari Pengembalian Investasi, Bukan Laba
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Jakarta

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menegaskan pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari ke Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) merupakan mekanisme pengembalian investasi. Pemberian insentif ini sempat menjadi sorotan lantaran SPPG dianggap menerima untung bersih Rp 1,8 miliar per tahun.

Sony mengatakan ribuan SPPG yang beroperasi saat ini dibangun secara mandiri oleh mitra. Oleh karena itu, pemerintah memberikan apresiasi berupa insentif flat untuk mengganti biaya lahan, bangunan, hingga peralatan masak yang telah dikeluarkan modalnya oleh mitra.

"Besar (angkanya). Kalau tiba-tiba dapat Rp 6 juta sehari senang nggak? Senang, apabila itu keuntungan. Masalahnya, siapa yang bilang itu keuntungan? Itu pengembalian investasi," ujar Sony dalam BGN Talks dikutip dari akun Youtube BGN, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ini Menu Berjamur-Busuk yang Bikin BGN Setop Sementara 47 Dapur MBG

Sony menjelaskan rata-rata biaya pembangunan satu unit SPPG bisa mencapai Rp 2-3 miliar. Jika insentif diberikan terlalu rendah, para mitra yang sudah membantu mempercepat program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru akan dirugikan karena tidak bisa balik modal.

"Nah sekarang masyarakat sudah bangun, kemudian kita bayar, ya sudah lah, Rp 1 juta aja sehari. Terus, kalau dia modalnya 3 miliar, berapa tahun akan kembali? Jadi jangan melihat, 'waduh, ini satu dapur, 1 tahun Rp 1,8 miliar,' begitu," terang Sony.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, BGN juga tidak tinggal diam terhadap mitra yang membangun dapur yang kualitasnya di bawah standar. Mulai tahun ini, Sony menyebut pihaknya akan melakukan pengelompokan SPPG sebagai bagian dari evaluasi kelayakan sarana dan prasarana, termasuk keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sony memberikan peringatan keras bagi SPPG yang tidak mau meningkatkan kualitas sarana. Apabila hingga Desember 2026 masih ada SPPG yang tak kunjung ditingkatkan sarana dan prasarananya sesuai standar, maka akan diputuskan kontrak sebagai Dapur MBG.

"Nggak usah khawatir, tahun ini kita lakukan grading. Ada grade A, grade B, grade C, dan jangan salahkan, nanti akan juga diputus kontrak. Apabila sampai nanti akhir Desember 2026, sarana-prasarananya tidak lengkap," jelas Sony.

Menurut Sony, pemutusan kontrak ini tidak akan memicu gugatan dari mitra. Sebab, mitra dianggap sudah mendapatkan kembali modal investasinya selama masa kontrak berjalan.

"Apakah mitra akan menggugat? Saya kira nggak. Karena apa? Dia kan sudah dapat, investasinya sudah kembali. Lalu kenapa diputus? Ya karena tidak menyesuaikan dengan aturan, tidak mau melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan," terang Sony.

(rea/hal)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest