- WOMFakan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB 30 Maret 2026 untuk mengalihkan atau menjaminkan piutang guna memperoleh pendanaan, termasuk dariBNII.
- Transaksi tersebut berpotensi melebihi 50% dari kekayaan bersih perseroan, sehingga memerlukan persetujuan pemegang saham.
- RUPST juga membahas pengesahan laporan keuangan 2025, penggunaan laba, penunjukan auditor 2026, perubahan pengurus, serta laporan penggunaan dana obligasi.
Ipotnews - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (
WOMF
) akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana perseroan untuk mengalihkan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh piutang milik perseroan dalam rangka memperoleh pinjaman atau pendanaan dari lembaga keuangan perbankan maupun nonperbankan, termasuk PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII
).Rencana tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Function Room, Sentral Senayan III Lantai 28, Jalan Asia Afrika No. 8, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan melalui laman IDX, Jumat (6/3), manajemen
WOMF
menjelaskan bahwa persetujuan pemegang saham diperlukan karena transaksi tersebut berpotensi melibatkan pengalihan hak atau penjaminan aset dengan nilai yang dapat melebihi 50% dari total kekayaan bersih perseroan, baik dalam satu transaksi maupun beberapa transaksi dalam satu tahun buku.Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perseroan memperoleh sumber pendanaan, baik berupa pinjaman maupun pembiayaan syariah, dari lembaga keuangan perbankan maupun nonperbankan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain agenda tersebut, RUPSLB juga akan membahas perubahan Anggaran Dasar perseroan, antara lain terkait penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (
KBLI
) 2025 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, perseroan akan meminta persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Agenda lainnya mencakup penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta perubahan susunan pengurus perseroan.
RUPST juga akan menetapkan pembagian tugas dan wewenang anggota direksi untuk tahun buku 2026, serta penentuan besaran gaji, honorarium dan tunjangan bagi Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, sekaligus pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi.
Selain itu, perseroan akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum terkait Obligasi Berkelanjutan V WOM Finance Tahap II Tahun 2025.
Manajemen menyampaikan bahwa pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat adalah pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 5 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.
Partisipasi pemegang saham dapat dilakukan secara langsung maupun secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY. KSEI ). Perseroan juga mendorong pemegang saham untuk menggunakan mekanisme pemberian kuasa secara elektronik melalui sistem tersebut.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ