- Emas rebound ke USD5.115 karena permintaan safe-haven akibat konflik Timur Tengah.
- Depresiasi dolar dan risiko geopolitik mendukung minat beli, meski volatilitas tetap tinggi.
- Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga menguat.
Ipotnews - Harga emas rebound, Jumat, setelah mencatat penurunan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya, seiring investor memburu aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat meluasnya konflik Timur Tengah.
Emas spot menguat 0,66% menjadi USD5.115,61 per ons pada pukul 14.12 WIB, demikian laporan Reuters dan Bloomberg, di Bengaluru, Jumat (6/3).
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April naik 0,75% menjadi USD5.117,60 per ons.
Logam kuning melorot sekitar 3% sepanjang pekan ini, dan berpotensi menghentikan tren kenaikan empat minggu berturut-turut akibat melemahnya prospek pemangkasan suku bunga serta kekhawatiran inflasi yang meningkat seiring melonjaknya harga energi global.
Depresiasi dolar AS membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong minat beli.
"Risiko geopolitik masih belum mereda. Bahkan ada potensi eskalasi, mengingat pernyataan baru-baru ini dari Menteri Luar Negeri Iran bahwa pasukan Iran siap menghadapi invasi darat dari Amerika atau Israel. Hal ini sebenarnya mendukung harga emas," kata Kelvin Wong, analis OANDA.
Pada hari keenam perang, Iran meluncurkan serangkaian serangan terhadap Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Laksamana Brad Cooper, pemimpin pasukan AS di Timur Tengah, mengatakan Amerika memiliki cukup amunisi untuk melanjutkan serangan tanpa batas waktu.
Kampanye militer AS-Israel terhadap Iran yang dimulai Sabtu menargetkan beberapa lokasi di seluruh negara tersebut dan memicu aksi balasan dari Iran.
Emas, yang secara tradisional dianggap sebagai aset safe-haven, melambung sekitar 18% sepanjang tahun ini, mencatat rekor berturut-turut di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang meningkat.
Wong memperingatkan, harga emas akan tetap volatil dalam jangka pendek, dengan level support utama di USD5.040 dan resistance di USD5.280. Jika level resistance tembus, harga bisa naik hingga USD5.448.
Permintaan emas fisik di India menurun minggu ini karena harga yang fluktuatif membuat pembeli enggan, sementara premi emas di China tetap tinggi seiring melesatnya permintaan investasi.
Kamis, CME Group menurunkan margin awal kontrak emas COMEX 100 menjadi 7% dari 9%, dan margin kontrak perak COMEX 5.000 menjadi 14% dari 18%.
Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan Amerika untuk Februari yang akan dirilis Jumat.
Harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot melambung 2,4% menjadi USD84,12 per ons, platinum spot melonjak hampir 1,4% ke posisi USD2.150,70, dan paladium melesat 2% jadi USD1.662,72 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ