Aluminium Melejit, Perang Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

avatar
· Views 824
  • Aluminium rebound dengan potensi kenaikan mingguan 5% karena gangguan pasokan dari Timur Tengah.
  • Dolar AS menguat menekan komoditas, sementara stok aluminium SHFE melesat, LME melorot.
  • Tembaga melemah pekan ini akibat meningkatnya stok global, logam dasar lain variatif.

Ipotnews - Harga aluminium diperkirakan mengakhiri pekan ini di area positif, Jumat, karena perang di Timur Tengah mengancam pengiriman dari wilayah yang menghasilkan 8% pasokan dunia sepanjang tahun lalu.
Kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) menutup perdagangan pekan ini melesat 3,59%, meski melorot 1,77% pada sesi Jumat menjadi 24.715 yuan (USD3.583,44) per metrik ton.
Sementara itu, harga aluminium untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,68% menjadi USD3.318,50 per ton pada pukul 14.30 WIB, dan berpotensi mencatat lompatan lebih dari 5% sepanjang minggu ini, seperti dilansir  Reuters,  Jumat (6/3).
Fokus pasar tertuju pada Timur Tengah, menyusul gangguan pasokan akibat force majeure di pabrik Qatalum Norsk Hydro dan Aluminium Bahrain.
Di sisi lain, dolar AS menguat dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1,4% di tengah perang, sehingga menekan komoditas yang dihargakan dalam greenback, karena menjadi kurang terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain.
Lonjakan harga minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan membuat investor menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Di SHFE , stok aluminium "on-warrant" meningkat pasca pecahnya perang, mencapai 329.627 ton pada Jumat, melonjak 13,94% dibanding pekan sebelumnya. Sebaliknya, persediaan aluminium LME merosot ke level terendah sejak Juli tahun lalu.
Ketika aluminium mencatatkan kenaikan, tembaga diprediksi menutup pekan dengan kerugian.
Tembaga paling aktif di SHFE turun 0,28% menjadi 101.050 yuan per ton, anjlok hampir 2% untuk pekan ini. Sedangkan tembaga acuan London naik 0,39% menjadi USD12.951 per ton, namun tetap berada di jalur untuk menutup pekan dengan penurunan sekitar 3%.
Tembaga tertekan akibat meningkatnya stok di bursa. "Harga tembaga LME kini hanya memiliki premi tipis dibanding COMEX, membalikkan struktur tahun lalu yang mendorong logam tersebut masuk ke gudang Amerika Serikat. Seiring normalisasi sinyal harga ini, logam tersebut semakin banyak dialihkan kembali ke stok bursa global," tulis analis ING Economics.
Stok tembaga di gudang LME naik lebih dari 20.000 ton, mencapai total 282.200 ton pada Rabu, menurut data terakhir bursa.
Untuk logam dasar lainnya di SHFE , seng (zinc) menyusut 1,56%, timbal (lead) turun 0,27%, nikel melemah 0,45%, dan timah berkurang 1,70%. Sedangkan di kompleks LME, seng menguat 0,82%, timbal naik 0,36%, nikel meningkat 0,68%, dan timah tetap stabil. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest