Masyarakat Indonesia sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan emas fisik. Antrean panjang terjadi untuk jasa pencetakkan emas di Pegadaian, membuat kesan seakan-akan emas mengalami kelangkaan stok.
Wakil Direktur Utama PT Pegadaian Budi Wahju Soesilo menegaskan kejadian tersebut bukanlah kelangkaan stok emas, melainkan adanya lonjakan permintaan cetak fisik dalam waktu yang bersamaan. Dia memastikan pihaknya telah berhasil mengatasi kondisi sulitnya mendapatkan emas fisik.
"Ya, bisa kami sampaikan bahwa saat itu, sebenarnya di Pegadaian itu bukan tidak ada barangnya ya, tapi pada saat itu juga ada yang bersamaan. Semuanya minta dicetak dalam waktu yang bersamaan ribuan orang," ujar Soesilo saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Harga Emas Meroket, Jual atau Tahan? |
Dia memaparkan, secara ketersediaan stok, Pegadaian memiliki simpanan emas dalam bentuk batangan besar, mulai dari ukuran 1 kilogram hingga 12,5 kilogram. Namun, mayoritas nasabah justru meminta emas dicetak ke dalam ukuran kecil.
"Padahal sebenarnya di Pegadaian itu penyimpanannya kan minimal di tempat kami ya. Pegadaian itu satu kilogram sampai 12,5 kg dulu nih. Nah, padahal yang nasabah itu minta dicetak dari yang ukuran 1 gram, 5 gram," jelas Soesilo.
Menurut Soesilo, proses mengubah batangan besar menjadi kepingan kecil inilah yang memakan waktu. Soesilo menegaskan kendala antrean tersebut tidak berlangsung lama. Pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi dengan mengatur jadwal cetakan agar nasabah mendapatkan kepastian.
"Nah, butuh waktu untuk melakukan cetakan, sehingga ada waktu yang diperlukan bagi Pegadaian untuk mencetak sesuai dengan yang nasabah. Tapi sekarang sudah, sudah apa, sudah teratasi semuanya, hanya tidak ada sampai satu minggu," imbuh Soesilo.
Saat ini, antrean cetak emas fisik sudah bisa dikomunikasikan dengan baik kepada nasabah. Dia menjamin setiap nasabah yang mengajukan cetak fisik sudah mendapatkan jadwal pasti kapan emas tersebut bisa diterima.
"Kami sudah bisa kami komunikasikan, kami yang antisipasi, dan sudah mendapatkan jadwal kapan cetakan itu bisa sampai ke nasabah," tegas Soesilo.
Sebelumnya, dalam unggahan di akun Instagram Pegadaian pegadaian_id, terjadi lonjakan permintaan emas fisik secara bersamaan dan berdampak pada antrean proses cetak dan pengambilan emas.
"Saat ini Pegadaian terus mengoptimalkan produksi dan distribusi, dengan target seluruh permintaan tertunda dapat dipenuhi paling lambat akhir Februari 2026," tulis Pegadaian.
Likuiditas emas nasabah tetap aman dan terjamin. Bagi nasabah yang membutuhkan dana segera, tersedia layanan gadai maupun buyback Tabungan Emas melalui outlet Pegadaian dan aplikasi Tring. Pegadaian mengimbau nasabah untuk tetap tenang, bijak, dan berinvestasi emas sesuai kebutuhan serta profil finansial masing-masing.
(rea/hal)Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ