- Harga minyak melonjak 7% akibat konflik Amerika-Israel-Iran dan pengurangan produksi OPEC .
- Penutupan Selat Hormuz picu risiko inflasi dan tekanan pada transportasi.
- G7 dan negara produsen mempertimbangkan cadangan strategis untuk menstabilkan harga.
Ipotnews - Harga minyak melambung sekitar 7 persen, Senin, dan berakhir di level tertinggi sejak 2022, di tengah meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan harga sempat mencapai hampir 30 persen dalam satu sesi perdagangan setelah Arab Saudi dan sejumlah anggota OPEC memangkas produksi selama konflik yang terus meluas.
Harga melonjak lebih dari 20% pada awal perdagangan dan kemudian turun dari posisi tertinggi sesi karena Amerika dan negara-negara Group of Seven (G7) lainnya mempertimbangkan untuk memanfaatkan cadangan minyak strategis untuk membatasi tekanan inflasi dari lompatan harga energi.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan inernasional, ditutup melonjak USD6,27 atau sekitar 6,8 persen menjadi USD98,96 per barel, demikian laporan Reuters, di New York, Senin (9/3) atau Selasa (10/3) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat USD3,87 atau 4,3 persen jadi USD94,77 per barel. Kedua harga setelmen tersebut merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2022.
Selama sesi perdagangan, harga minyak sempat melonjak jauh lebih tinggi sebelum akhirnya terkoreksi. Brent sempat melonjak hingga USD119,50 per barel, sementara WTI mencapai USD119,48 per barel, menjadi harga intraday tertinggi sejak Juni 2022. Level tersebut mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada Juli 2008, ketika Brent mencapai USD147,50 per barel dan WTI USD147,27 per barel.
Lonjakan harga terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Sejak saat itu, harga Brent sempat meroket hingga 65 persen, sementara WTI melejit sekitar 78 persen.
Harga minyak juga terdorong oleh situasi politik di Iran setelah kelompok garis keras menggelar demonstrasi dukungan terhadap Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya Ali Khamenei. Pergantian ini dinilai semakin memperkecil peluang berakhirnya konflik Timur Tengah dalam waktu dekat.
Raksasa energi Arab Saudi, Saudi Aramco, mulai memangkas produksi di dua ladang minyaknya. Langkah ini menambah pengurangan pasokan yang juga dilakukan Uni Emirat Arab, Irak, Kuwait, dan Qatar, di tengah terhambatnya pengiriman minyak serta keterbatasan kapasitas penyimpanan.
Konflik tersebut juga berdampak besar terhadap jalur energi global setelah Selat Hormuz--jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia--praktis tertutup. Meski demikian, sebuah kapal tanker minyak yang dioperasikan perusahaan Yunani dilaporkan masih berhasil melintasi selat tersebut dengan membawa minyak mentah dari Arab Saudi, menunjukkan bahwa sebagian kapal komersial masih mencoba melewati jalur tersebut.
Perusahaan analisis data energi Kpler memperkirakan sekalipun Selat Hormuz kembali dibuka dalam waktu dekat, dibutuhkan sekitar enam hingga tujuh minggu agar ekspor minyak dari kawasan Teluk dapat kembali ke kapasitas penuh.
Untuk mengurangi dampak penutupan selat tersebut, Saudi Aramco menawarkan lebih dari 4 juta barel minyak mentah melalui tender langka dengan mengalihkan sebagian pengiriman melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Di tengah lonjakan harga energi, Amerika Serikat mempertimbangkan sejumlah opsi untuk menekan harga minyak. Presiden Donald Trump diperkirakan meninjau berbagai langkah, termasuk kemungkinan pelepasan cadangan minyak strategis secara bersama-sama dengan negara lain.
Trump menyatakan akan menggelar konferensi pers setelah penutupan pasar, Senin, namun belum memberikan rincian mengenai kebijakan yang akan diumumkan. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain pembatasan ekspor minyak Amerika, intervensi di pasar kontrak berjangka minyak, penghapusan sebagian pajak federal energi, hingga pelonggaran aturan transportasi bahan bakar domestik yang selama ini mewajibkan penggunaan kapal berbendera AS.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai opsi yang tersedia untuk menstabilkan harga relatif terbatas. Menurutnya, pelepasan cadangan minyak strategis hanya akan memberikan dampak kecil dibandingkan potensi gangguan pasokan jika Selat Hormuz tetap tertutup dalam waktu lama.
Negara-negara G7 juga menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna merespons lonjakan harga minyak global, meski belum secara resmi memutuskan untuk melepas cadangan darurat.
Lonjakan harga minyak turut menghantam saham maskapai penerbangan, sementara tarif tiket pesawat melonjak tajam akibat kenaikan harga bahan bakar jet. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya penurunan tajam dalam industri perjalanan dan bahkan kemungkinan penghentian operasi sejumlah penerbangan.
Secara ekonomi, lonjakan harga energi juga meningkatkan tekanan inflasi. Untuk mengendalikannya, bank sentral biasanya menaikkan suku bunga, yang pada akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan permintaan energi.
Sementara itu, sejumlah negara mulai mengambil langkah darurat untuk menghadapi krisis energi. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan penutupan sekolah selama dua minggu serta kebijakan kerja dari rumah bagi pegawai kantor guna menghemat penggunaan bahan bakar.
Di Eropa, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbn mengumumkan pembatasan harga bahan bakar setelah rapat darurat pemerintah dan mendesak Uni Eropa untuk menangguhkan sanksi terhadap energi Rusia terkait perang di Ukraina.
Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan bahwa Moskow siap memasok minyak dan gas alam ke Eropa untuk membantu meredakan krisis energi yang semakin memburuk. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ