Mata Uang Emerging Market Rebound, Terangkat Sinyal Akhir Perang Iran dari Trump

avatar
· Views 862

  • Sebagian besar mata uang emerging market rebound setelah dolar AS dan harga minyak turun menyusul sinyal Presiden Donald Trump bahwa perang dengan Iran bisa segera berakhir.

  • Indeks mata uang EM sempat naik 0,2% setelah sebelumnya jatuh 0,8%, sementara harga Brent turun kembali ke bawah USD90 per barel.

  • Real Brasil dan rand Afrika Selatan memimpin penguatan, meski pasar global masih bergejolak akibat ketidakpastian konflik Timur Tengah.

Ipotnews - Sebagian besar mata uang  emerging market  bangkit dari pelemahan sebelumnya setelah dolar AS dan harga minyak turun. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang dengan Iran kemungkinan akan segera berakhir.
Indeks yang melacak mata uang EM sempat menguat hingga 0,2%, setelah Trump mengatakan operasi militer berjalan "jauh lebih cepat" dibanding perkiraan awal empat hingga lima minggu.
Sebelumnya indeks tersebut sempat melorot hingga 0,8%. Pergerakan ini juga menekan indeks dolar Bloomberg, turun 0,2%. Harga Brent menghapus lonjakan sebelumnya dan diperdagangkan di bawah USD90 per barel pada pagi ini, Selasa (10/3).
Komentar Trump tersebut "menunjukkan niat untuk segera mengakhiri konflik dan bahwa tujuan perang semakin dekat tercapai, sehingga ini positif bagi prospek harga minyak dan ekonomi global," kata Marco Oviedo, ahli strategi senior di XP Investimentos.
"Jika hal ini dapat dikonfirmasi dalam beberapa hari ke depan, reli pasar kemungkinan akan berlanjut," imbuhnya seperti dikutip Bloomberg.
Real Brasil menguat setelah komentar Trump, melonjak 1,6% dan menjadi yang berkinerja terbaik di antara mata uang sejenis. Rand Afrika Selatan - yang sering dijadikan indikator minat pasar pada aset berisiko - ikut melaju 1,5% terhadap dolar.
Sebagian besar mata uang menguat hingga akhir perdagangan New York, pagi tadi. Namun indeks MSCI EM FX ditutup turun 0,4% setelah penyesuaian di akhir sesi.
Di pasar saham, ETF Vanguard FTSE Emerging Markets melonjak ke level tertinggi sesi setelah pernyataan Trump, dengan kenaikan hingga 1,6%. Saham-saham Amerika Latin secara luas juga menguat, dengan indeks MSCI EM Latam naik 1,5%.
Indeks saham EM MSCI yang didominasi Asia berhasil memangkas kerugian dan ditutup turun sekitar 3% di New York. Sebelumnya indeks tersebut sempat ambles hingga 4,3%, memicu kekhawatiran akan memasuki area koreksi - yakni ketika suatu aset jatuh 10% dari puncak terbarunya.
Pasar global bergejolak selama sepekan terakhir setelah perang di Timur Tengah mendorong harga Brent melonjak tajam dan membuat investor beralih ke aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Mata uang dari India, Indonesia hingga Mesir bahkan sempat menyentuh rekor terendah. (Bloomberg/AI)
Mata Uang Emerging Market Rebound, Terangkat Sinyal Akhir Perang Iran dari Trump

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest