jpnn.com, JAKARTA - Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) melihat adanya resiliensi atau daya tahan pada struktur ekonomi nasional di tengah konflik Timur Tengah.
Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah menilai kondisi volatilitas pasar saat ini justru dapat dipandang sebagian investor sebagai peluang strategis.
Penurunan harga aset justru menjadi momentum bagi pemilik modal untuk mengoleksi instrumen keuangan domestik.
- Penerbangan Sempat Tertunda Akibat Perang, Gading Marten Akhirnya Bisa Pulang
“Gejolak seperti ini tidak otomatis membuat investor keluar. Justru bagi sebagian pihak, ini bisa menjadi timing untuk masuk dan mengoleksi aset-aset keuangan kita,” kata Piter dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/3).
Terkait potensi arus modal keluar atau capital outflow, Piter menyatakan tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.
Menurut Piter, posisi kepemilikan asing di pasar saham dan obligasi dalam negeri sudah mengalami penyesuaian jauh sebelum konflik ini memanas.
- Indonesia, Antara BoP dan Perang Iran Vs Israel-AS
“Untuk aliran capital outflow, saya tidak terlalu khawatir. Dalam beberapa waktu terakhir memang sudah terjadi penyesuaian, sehingga kalaupun masih ada yang keluar, jumlahnya tidak banyak,” imbuhnya.
Piter memandang struktur ekonomi Indonesia yang kuat di pasar domestik memberikan bantalan relatif terhadap eskalasi geopolitik.


Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ