Bursa Pagi: Asia Melemah Tertekan Harga Minyak, Koreksi IHSG Dipredksi Berlanjut

avatar
· Views 604
  • Bursa saham Asia dibuka melemah mengikuti penurunan Wall Street dan pasar Eropa.
  • Investor mencermati lonjakan harga minyak dan eskalasi konflik Timur Tengah meski ada rencana pelepasan cadangan minyak global.
  • IHSG diperkirakan masih rawan terkoreksi dengan support di 7.300 dan resistance di 7.500.

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (12/8), dibuka melemah, melnajutkan tren penurunan indeks acuan pada sesi penutuan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor mengkhawtirkan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, meski AS dan sekutunya mengumumkan pelepasan darurat cadangan minyak mentah dalam skala besar untuk menenangkan pasar energi.
Badan Energi Internasional (IEA) berencana melepas 400 juta barel minyak setelah gangguan pasokan akibat perang Iran, namun belum menetapkan jadwal pelepasannya ke pasar.
Menteri Energi AS mengatakan, negaranya akan melepas 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve untuk membantu menurunkan biaya energi.
Laman CNBC melaporkan, harga minyak West Texas Intermediate melesat lebih dari 6% ke USD92,91 per barel pada pukul 20.07 waktu New York.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,56%. Indeks berlanjut anjlok 1,35% ke 8.625,2 pada pukul 8:15 WIB.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,75% dan berlanjut menguat tipis 0,05% di posisi 5.613.
Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,93% ke posisi 54.515,29, setelah dibuka anjlok 1,6%, dan Topix drop 1,34%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.756, dibandingkan penutupan terakhir indeks di 25.898,76.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan berlanjut melemah, setelah ditutup melorot 0,69% ke 7.389,4 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange merosot 1,10% ke USD16,17.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih rawan terkoreksi. Investor cenderung akan melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian konflik AS, Israel, dan Iran, menjelang libur panjang Lebaran.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI dan MACD masih menunjukkan kecenderungan melemah untuk menguji level support di kisaran 7.300 dan resistance di 7.500.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berkahir terkoreksi, di tengah meningkatnya ketegangan perang AS-Israel vs Iran. Investor mengabaikan data IHK AS yang relatif moderat, dan lebih fokus pada dampak konflik terhadap ekonomi global. Pasar bergerak fluktuatif seiring kekhawatiran pasokan minyak akibat serangan Iran di Selat Hormuz. Iran memperingatkan harga minyak berpotensi melonjak hingga USD200 per barel.
Sektor energi (+2,5%) memimpin kenaikan S&P 500, mengikuti lonjakan harga minyak. Sebaliknya, saham  consumer staples  dan sejumlah perusahaan keuangan serta industri makanan mengalami tekanan. Sektor teknologi naik tipis, didorong lompatan saham Oracle (+9,2%). Saham Ares Management dan Apollo Global ambles 4,8% dan 1,9%. Campbell's dan perusahaan pertahanan AeroVironmentterjungkal 7,1% dan 6,3%.
  • Dow Jones turun 0,61% menjadi 47.417,27
  • S&P 500 melemah 0,08% di posisi 6.775,80
  • Nasdaq naik tipis 0,08% di level 22.716,14.

Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir melemah terbebani kekhawatiran dampak konflik Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Iran memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga USD200 per barel. Investor juga mencermati risiko lonjakan inflasi dan kemungkinan perubahan arah kebijakan suku bunga di Eropa. Badan Energi Internasional (IEA) menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan. Inflasi Februari Jerman melambat menjadi 2,0%.
Indeks STOXX 600 turun 0,59 persen menjadi 602,54. Sektor energi menjadi satu-satunya yang menguat (+ 1,6%). Koreksi tajam saham Rheinmetall (-8%) menekan sektor pertahanan Eropa (-1,8%). Sektor industri merosot 1,2%. Sektor perbankan turun 0,6%. Saham Legal & General ambles 6,8%. Balfour Beatty melejit 9%.
  • DAX Jerman anjlok 1,37% ke level 23.640,03.
  • FTSE 100 Inggris turun 0,56% menjadi 10.353,77.
  • CAC Prancis melemah 0,19% di posisi 8.041,81.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang AS pagi tadi berakhir menguat. Aliran dana menuju aset  safe-haven  mengangkat dolar. Optimisme terhadap kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah dalam waktu dekat mulai memudar setelah Iran kembali menyerang kapal-kapal dan mencoba menanam ranjau di Selat Hormuz. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,41% menjadi 99,231.
Investor cenderung mengabaikan data inflasi AS dan lebih fokus pada risiko kenaikan harga energi. Lonjakan biaya energi berpotensi memicu inflasi lebih tinggi dan menyulitkan The Fed memangkas suku bunga. Dolar kembali menguat terhadap euro dan yen. Poundsterling relatif stabil dalam perdagangan yang bergejolak. Lembaga riset Oxford Economics memperkirakan inflasi Inggris bisa meningkat sekitar 0,4 poin persentase jika gangguan pelayaran di Selat Hormuz berlangsung hingga dua bulan.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1547

0.00

0.17%

7:22 PM

Yen (USD-JPY)

159.13

0.16

0.10%

7:22 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.3386

0.00

0.19%

7:22 PM

Rupiah (USD-IDR)

16,886

23.00

0.14%

3:59 AM

Yuan (USD-CNY)

6.8741

0.01

0.09%

2:59 PM

Sumber : Bloomberg.com, 11/3/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea dini hari tadi ditutup melesat hampir 5%, setelah serangan baru terhadap tiga kapal di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Sejumlah sumber Reuters mengatakan, Angkatan Laut AS sejauh ini menolak permintaan industri pelayaran untuk pengawalan. Sejak konflik Iran pecah, sedikitnya 14 kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan di kawasan Teluk.
IEA mengusulkan pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menahan lonjakan harga. Namun analis menilai volume tersebut belum cukup jika gangguan pasokan berlangsung lama. Konsultan energi Wood Mackenzie memperkirakan perang telah memangkas pasokan minyak dan produk minyak dari kawasan Teluk sekitar 15 juta bph.
  • Harga Brent berjangka meloncat 4,8% ke USD91,98 per barel.
  • Harga WTI berjangka melompat 4,6% ke USD87,25 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS dini hari tadi ditutup melemah, tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran suku bunga tinggi. Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Pasar emas berada dalam tarik-ulur antara permintaan aset aman dan tekanan suku bunga tinggi.
IHK Februari AS tumbuh 0,3%, dari 0,2% di Januari, sesuai ekspektasi. Secara tahunan, inflasi konsumen meningkat 2,4%, juga sesuai ekspektasi.Investor kini menanti rilis data inflasi PCE AS yang menjadi acuan utama kebijakan The Fed. Harga logam mulia lainnya; perak spot drop 3,5% ke level USD85,34 per ounce, platinum melorot 0,8% ke USD2.183,10, paladium anjlok 1,4% ke USD1.631,59.
  • Harga emas spot turun 0,4% menjadi USD5.169,02 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS merosot 1,2% ke USD5.179,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest