Rupiah Diperkirakan Tertekan Masih Akibat Lonjakan Harga Minyak Dunia

avatar
· Views 722
  • Rupiah diperkirakan tertekan terhadap dolar AS seiring lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi perang Iran melawan AS dan Israel, meski pada Kamis pagi (12/3) pukul 09.10 WIB masih menguat tipis ke Rp16.884 per dolar AS.
  • Harga minyak WTI melonjak 6,5% ke USD91,58 per barel setelah laporan dua kapal tanker diserang di Teluk Persia serta meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global.
  • Iran juga memblokir Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga memperbesar risiko disrupsi energi dan menekan mata uang emerging markets seperti rupiah.

Ipotnews - Perkembangan harga minyak dunia yang kembali melonjak hari ini akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, membuat kurs rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar.
Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis pagi (12/3) pukul 09.10 WIB, rupiah sedang diperdagangkan menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp16.884 per dolar AS, dibandingkan posisi akhir perdagangan Rabu (11/3) di Rp16.886 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya kekhawatiran seputar disrupsi pasokan minyak mentah dunia.
"Harga minyak mentah dunia kembali melonjak walau ada harapan dukungan dari rencana pelepasan cadangan minyak besar-besaran oleh anggota - anggota IEA," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Harga minyak dunia kembali naik tajam pada perdagangan awal Asia Kamis setelah laporan menunjukkan dua kapal tanker diserang di perairan Irak. Kondisi ini membuat pasar sebagian besar tetap waspada atas gangguan pasokan akibat perang AS - Israel dengan Iran.
Mengutip Investing.com pagi ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai harga patokan pasar domestik Amerika Serikat (AS) untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak 6,5% menjadi USD91,58 per barel.
Laporan media menunjukkan dua kapal tanker minyak internasional diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait. Rekaman kejadian tersebut, yang dibagikan secara daring, menunjukkan kapal-kapal tanker tersebut dilalap api, dengan saluran-saluran Irak mengaitkan serangan itu dengan Iran.
Serangan terhadap kapal tanker minyak memicu kekhawatiran yang meningkat atas gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang, terutama karena Iran memperingatkan tidak ada minyak mentah yang akan melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran utama. Negara itu memblokir jalur tersebut, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak global, pada awal pekan ini.
"Range kurs rupiah hari ini diperkirakan Rp16.800 - Rp16.950 per dolar AS," ujar Lukman.(Adhitya/AI)

Sumber : Admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest