Pasar tidak percaya pada smart money

avatar
· Views 1,583

Pasar sedang begitu bingung hingga tidak lagi bisa membedakan fantasi dan realita. Pernyataan Donald Trump tentang berakhirnya konflik di Timur Tengah dalam waktu singkat mendorong S&P 500 mencatat kinerja harian terbaiknya dalam beberapa bulan terakhir. Namun, bagaimana kita harus memahaminya jika dibandingkan dengan laporan Departemen Pertahanan mengenai pemboman terbesar terhadap Iran sejauh ini? Atau dengan penolakan Teheran untuk bernegosiasi dengan Washington? Setelah menghabiskan sebagian besar sesi perdagangan 10 Maret di zona hijau, indeks acuan tersebut justru menutup sesi di zona merah.

Dinamika harian S&P 500

Pasar tidak percaya pada smart money

Pemicu utama gejolak S&P 500 adalah sebuah unggahan oleh Menteri Energi AS Chris Wright yang mengklaim sebuah kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan angkatan laut AS. Cuitan tersebut kemudian dihapus, dan Gedung Putih mengeluarkan bantahan. Tidak ada yang melindungi pemasok minyak — jika itu terjadi, kapal-kapal AS justru akan menjadi sasaran empuk bagi Iran. Sementara itu, berita tentang ledakan di sebuah kapal tanker dekat Abu Dhabi mendorong harga Brent dan WTI naik. Sebaliknya, indeks saham yang lebih luas justru anjlok.

Sebelumnya, Donald Trump telah mengancam Iran dengan pemboman yang lebih intensif lagi jika negara itu memasang ranjau di Selat Hormuz. Namun, jika Iran sama sekali tidak berniat bernegosiasi dengan AS, mengapa mereka harus mengindahkan presiden Amerika?

Untuk saat ini, para investor masih bertahan di saham, dengan harapan ketahanan ekonomi AS akan terjaga — berargumen bahwa AS adalah pengekspor komoditas energi sehingga seharusnya dapat berkinerja lebih baik dibandingkan negara lain. Namun, percepatan arus keluar modal dari ETF yang berfokus pada S&P 500 menunjukkan bahwa ketakutan mulai mendominasi. Muncul kekhawatiran bahwa PDB akan mendingin secara signifikan seiring waktu. Harga minyak dan bensin yang tinggi, suku bunga The Fed yang tinggi, serta penggeseran tenaga kerja yang didorong AI merupakan kombinasi beracun yang mengalirkan dana ke luar dari AS.

Arus modal ke ETF berorientasi S&P 500

Pasar tidak percaya pada smart money

Tidak masalah apakah smart money atau kerumunan yang duluan kabur. Investor ritel membuat kesalahan yang sama seperti kerumunan: mengejar keuntungan yang sedang panas, mempercayai omong kosong finansial, dan panik saat pasar turun. Bisa saja dikatakan tidak ada smart money atau dumb money, yang ada hanyalah uang.

Pasar tidak percaya pada smart money

Sebelum konflik di Timur Tengah, investor ritel berniat membeli saat harga turun (buy the dip) sementara investor institusional justru menjual ketika terjadi rally. Saat ini, kedua kelompok tersebut berada dalam posisi yang sama, bereaksi terhadap perkembangan di pasar minyak.

Secara teknikal, grafik harian S&P 500 membentuk pin bar dengan sumbu atas yang panjang. Harga menyentuh moving average dan memantul dari dynamic resistance. Semua ini merupakan tanda melemahnya kekuatan bull dan menjadi alasan untuk menjual jika terbentuk breakout ke bawah level terendah pin bar di 6.760. Sebaliknya, penutupan indeks utama di atas pivot level di 6.770 akan memberikan sedikit harapan bagi pihak bull.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 2
avatar
Bener sihh
avatar
Saya setuju

-KẾT THÚC-

  • tradingContest