Harga BBM di AS Naik Usai Perang dengan Iran

avatar
· Views 480
Harga BBM di AS Naik Usai Perang dengan Iran
Ilustrasi/Foto: AP Photo/Marta Lavandier
Jakarta

Harga bensin di Amerika Serikat (AS) terus melonjak hingga mencapai US$ 3,58 atau Rp 60.315 (kurs Rp 16.848) per galon pada Rabu (11/3). Angka itu merupakan titik tertinggi sejak Mei 2024 karena perang dengan Iran telah memicu kekhawatiran pasokan.

Gangguan ekspor minyak Timur Tengah melalui Selat Hormuz telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh dunia mengancam dompet konsumen dan mengganggu aktivitas ekonomi global. Hal itu dapat menimbulkan risiko besar bagi Presiden AS Donald Trump dalam pemilihan paruh waktu pada November 2026 karena bertolak belakang dengan janji kampanyenya untuk menurunkan biaya energi.

"Gelombang kejut geopolitik tidak butuh waktu berbulan-bulan untuk menghantam dompet Anda. Hanya butuh beberapa hari, Anda merasakan tekanan saat mengisi bensin mobil," kata William Stern, Kepala Eksekutif di Perusahaan Pemberi Pinjaman Usaha Kecil yang berbasis di AS, dikutip dari Reuters, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Perang Iran Memanas, Drone Jadi Ladang Cuan Baru Anak-anak Trump

Harga rata-rata bensin di AS telah melonjak hampir 60 sen sejak keputusan Trump bergabung dengan Israel untuk menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Kenaikan 20% hanya dalam waktu 11 hari, lebih cepat dibandingkan lonjakan harga pada empat tahun lalu saat Rusia menginvasi Ukraina.

ADVERTISEMENT

Kenaikan harga diperkirakan masih terjadi dalam beberapa hari mendatang. Pasalnya banyak kapal tertabrak di Selat Hormuz dan AS sedang menjalani transisi penjualan bensin musim panas yang pembakarannya lebih bersih tetapi lebih mahal untuk diproduksi.

"Harga bensin spot dan grosir mencatat kenaikan dua digit pada Rabu (11/3)," ucap Denton Cinquegrana, Kepala Analis Minyak di Oil Price Information Service.

Harga minyak mentah, komponen terbesar dalam biaya BBM juga naik pada Rabu (11/3) meskipun ada proposal dari Badan Energi Internasional yang berbasis di Paris untuk melepaskan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis. Pengumuman itu menimbulkan banyak pertanyaan karena tidak disebutkan siapa yang akan melepaskan dan kapan waktunya.

(aid/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest