DEN Dorong Percepatan Adopsi Kompor dan Kendaraan Listrik buat Tekan Impor

avatar
· Views 389
DEN Dorong Percepatan Adopsi Kompor dan Kendaraan Listrik buat Tekan Impor
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/brizmaker
Jakarta

Dewan Energi Nasional (DEN) menilai Indonesia masih bergantung terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG). Ketergantungan ini menyebabkan sistem energi domestik rentan terhadap gejolak pasar, utamanya geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan dan memicu lonjakan harga energi.

Anggota DEN, Kholid Syeirazi, menilai elektrifikasi di berbagai sektor perlu dipercepat untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, adopsi penggunaan kompor listrik dan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

"Selama ini kita masih banyak mengimpor BBM dan LPG. Dalam situasi pasar normal mungkin tidak terlalu terasa, tetapi ketika terjadi krisis geopolitik, harga bisa melonjak dan pasokan tersendat. Karena itu kita perlu memperkuat alternatif energi yang bersumber dari dalam negeri, salah satunya kompor listrik dan kendaraan listrik," kata Kholid dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Tetangga Indonesia Bikin Aturan Ganjil Genap demi Hemat BBM

Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya diversifikasi energi sekaligus pemanfaatan potensi energi baru terbarukan yang dimiliki Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Kita punya potensi energi terbarukan yang besar seperti surya, angin, biofuel, dan sumber energi nabati lainnya. Itu yang ke depan menjadi bagian dari bauran energi sehingga target pengurangan emisi dan kemandirian energi bisa berjalan bersamaan," katanya.

Dari sisi sistem kelistrikan, Kholid menilai kapasitas listrik nasional masih cukup untuk menopang peningkatan kebutuhan dari proses elektrifikasi. Menurutnya, konsumsi listrik Indonesia saat ini masih relatif rendah dibandingkan negara maju.

"Konsumsi listrik kita rata-rata sekitar 1.400 kWh per kapita per tahun, masih jauh di bawah negara maju yang bisa mencapai lebih dari 10.000 kWh per kapita. Dengan adopsi kompor listrik dan kendaraan listrik, konsumsi listrik akan meningkat, dan dari sisi sistem, ketahanan energi di sektor listrik juga mencukupi," tutupnya.

(ahi/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest