- Emas turun minggu ini karena harga energi tinggi akibat konflik Timur Tengah.
- Pemangkasan suku bunga AS diperkirakan tertunda; the Fed pertahankan 3,5%-3,75%.
- Permintaan safe-haven naik di China; logam lain ikut turun.
Ipotnews - Harga emas di jalur untuk mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut, Jumat, meski sempat naik siang ini, karena lonjakan harga energi akibat perang di Timur Tengah mengurangi prospek pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat.
Emas spot naik 0,11% menjadi USD5.085,18 per ons pada pukul 14.30 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April turun 0,91% jadi USD5.079,10 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (13/3).
Imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun sedikit mereda, meningkatkan daya tarik logam kuning yang tidak memberikan bunga.
Meski begitu, harga emas kehilangan lebih dari 1% sepanjang pekan ini. Sejak perang dimulai pada 28 Februari, harga emas merosot lebih dari 3%.
"Faktor ketidakpastian mengenai durasi dan skala konflik di Timur Tengah membuat emas tetap menjadi pilihan aman bagi investor," kata Tim Waterer, Kepala Analis KCM Trade.
Dia menambahkan, kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian kemampuan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga jika harga minyak tetap tinggi, menahan daya tarik bullion.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, Kamis, menyatakan Teheran akan menutup jalur strategis Selat Hormuz sebagai tekanan terhadap Amerika dan Israel. Pernyataan ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan aset berisiko.
Harga minyak mentah melambung di atas USD100 per barel, menyusul serangan terhadap kapal tanker di Teluk dan peringatan dari Iran, yang memudarkan prospek de-eskalasi cepat konflik Timur Tengah.
Lonjakan harga energi juga mendorong Presiden AS Donald Trump kembali menuntut Chairman Federal Reserve Jerome Powell menurunkan suku bunga.
Namun, trader memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75% dalam pertemuan dua hari pada 18 Maret, menurut FedWatch Tool CME Group.
Sementara data inflasi terbaru menunjukkan pertumbuhan harga relatif terkendali, perang dan lonjakan harga minyak belum sepenuhnya tercermin dalam data ekonomi.
Investor kini menantikan rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi Januari yang tertunda, yang akan dirilis Jumat.
Di India, diskon emas melebar ke level terdalam hampir satu dekade karena permintaan tetap rendah, dan sejumlah trader menghindari membayar bea impor. Sementara itu, perang Timur Tengah memicu permintaan safe-haven emas di China.
Logam lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot menyusut 1% menjadi USD82,91 per ons, platinum spot melorot 1% ke USD2.111,45, dan paladium berkurang 1% jadi USD1.603 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
Được in lại từ indopremier_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.
Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ