Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) di atas standar minimum nasional.
Dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jumat (13/3/2026), Bahlil melaporkan Pertalite (RON 90) memiliki ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) sebesar 24,39 hari. Angka ini berada di atas batas minimum sebesar 18,2 hari.
Pertamax (RON 92), ketahanan stok nasional tercatat 28,75 hari atau lebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari. Pertamax Turbo (RON 98) dilaporkan memiliki ketahanan stok 31,32 hari, melampaui batas minimum 22,3 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya pikir untuk urusan bensin InsyaAllah clear bapak," kata Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Harga Pertalite Dijamin Tak Naik Meski Minyak Bergejolak |
Sementara solar subsidi berada di level 16,41 hari, juga berada di atas ambang batas minimal nasional. Untuk solar nonsubsidi cadangan nasional capai 46 hari, stok avtur berada di level 38 hari dan minyak tanah disebut dalam kondisi aman.
Selanjutnya cadangan LPG berada di level 15,66 hari, di atas batas minimum 11,4 hari. Sehingga menurut Bahlil seluruh cadangan bahan bakar dan gas nasional dalam kondisi aman.
"Jadi kami laporkan kepada bapak Presiden, bapak-ibu semua, cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG InsyaAllah aman bapak," tegasnya.
Pasokan dari Australia
Bahlil menambahkan Indonesia akan kedatangan dua kargo LPG dari Australia. Kemudian pada Maret akan ada sejumlah kargo lain yang datang untuk menambah cadangan gas nasional.
"Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia. Itu untuk LPG," ujar Bahlil.
"Pemerintah selalu melakukan siaga terus atas perintah bapak Presiden untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi pak. Kemudian tanggal 4 Maret satu kargo lagi masuk, tanggal 8 Maret satu kargo lagi. Jadi Januari, Februari, Maret, April InsyaAllah clear," sambungnya.
Menurut Bahlil, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan LPG domestik. Dari total impor sekitar 7,6 juta ton per tahun, sekitar 70-75% berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20% dari kawasan Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.
Bahlil menambahkan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pasokan melalui kontrak jangka panjang yang sebelumnya berasal dari negara-negara Timur Tengah, nantinya akan dialihkan ke sejumlah negara lain termasuk AS untuk mengurangi risiko gangguan suplai.
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya ketidakpastian pasokan global, termasuk dinamika permintaan di sejumlah negara konsumen besar.
"Dengan kondisi sekarang, yang di Middle East kita pecah lagi untuk kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika dan beberapa negara lain," papar Bahlil.
(hns/hns)Được in lại từ republika_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ