IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tantangan dalam sepekan ke depan, terutama dampak dari perang Iran dan Israel yang masih terus berlangsung. Investor domestik dinilai masih akan wait and see menjelang libur panjang Lebaran.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 3,05 persen ke level 7.132. Pasar khawatir konflik di Timur Tengah akan membuat harga minyak mentah bertahan di harga tinggi dalam waktu yang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Kondisi ini menimbulkan risiko inflasi dan melebarnya defisit APBN.
IHSG Pekan Ini Berpotensi Koreksi Tertekan Sentimen Suku Bunga dan Libur PanjangPhintraco Sekuritas menilai, opsi pelebaran defisit APBN di atas 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) imbas lonjakan harga minyak menjadi perhatian serius investor. Pelebaran defisit akan menciptakan konsekuensi fiskal.
"Investor sangat menantikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pemerintah untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah," kata analis Phintraco Sekuritas dikutip Senin (16/3/2026).
Saham Konglomerat dan Bank Besar Jadi Pemberat IHSG SepekanPresiden Prabowo menyatakan lebih cenderung akan melakukan penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN. Presiden menekankan, pemerintah masih menghadapi masalah kebocoran dan inefisiensi anggaran, sehingga masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi.
Được in lại từ Idxchannel, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

-KẾT THÚC-