Macet Horor Gilimanuk: Volume Penumpang Naik, Kapasitas Pelabuhan Tak Cukup

avatar
· Views 3,355
Macet Horor Gilimanuk: Volume Penumpang Naik, Kapasitas Pelabuhan Tak Cukup
Foto: Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan. Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta

Kemacetan panjang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Antrean kendaraan terpantau terjadi hingga 32 kilometer (km) dan membuat beberapa pemudik tumbang.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan mengatakan kemacetan horor ini terjadi karena kapasitas Pelabuhan Gilimanuk tak mampu menampung peningkatan volume penumpang dan kendaraan.

Dia menjelaskan peningkatan volume penumpang dan kendaraan terjadi karena libur lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Masyarakat yang mau keluar Bali memulai perjalanan lebih dulu sebelum pelabuhan ditutup karena Hari Raya Nyepi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Ini memang ada peningkatan volume. Volume dari Gilimanuk, ini ada peningkatan yang menuju Jawa," ujar Aan kepada detikcom, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Jurus Kemenhub Urai Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk

ADVERTISEMENT

Selama tiga hari ke belakang, mengatakan masyarakat yang mau menyeberang ke Bali terus bertambah dari arah Denpasar dan Buleleng. Polanya, setelah adzan maghrib hingga menjelang dini hari, masyarakat yang mau ke Jawa berdatangan ke pelabuhan.

"Dari Denpasar, dari Buleleng itu terus tambah. Jadi saya lihat polanya itu setelah Maghrib, kemudian menjelang pagi ada peningkatan. Polanya seperti itu setelah taraweh itu ada kenaikan lagi," ujar Aan.

Di sisi lain, truk sumbu 3 ke atas juga masih banyak yang beroperasi. Hal ini membuat kapasitas jalan tidak mampu menampung peningkatan volume yang terjadi.

"Di satu sisi truk angkutan sumbu 3 ke atas juga masih banyak yang beroperasional, sehingga kapasitas jalannya sudah tidak mampu menampung itu," ungkap Aan.

Baca juga: Terungkap Biang Kerok Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk

Dari sisi infrastruktur, Aan mengatakan kapasitas lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk memang tidak sebesar Merak-Bakauheni. Dari dermaga hanya 8 unit yang ada di dua sisi, kemudian armada kapal besarnya juga hanya sedikit.

"Di sini kan ada 8 dermaga di sisi Gilimanuk dan di sisi Ketapang. Kemudian kapal yang 2.000 GT ke atas ini hanya ada 8-9, selebihnya kapalnya kan 2.000 ke bawah. Jadi kapasitas angkutnya memang sedikit," kata Aan.

Di sisi lain, Pelabuhan Gilimanuk menjadi satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang jadi gerbang keluar masuk Pulau Bali, arus lalu lintas terpusat di pelabuhan itu saja. Tidak seperti di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang di sekitarnya banyak pelabuhan penyeberangan lainnya, pembagian beban lalu lintas bisa dilakukan.

"Terus kalau di sisi Gilimanuk ini nggak ada dermaga alternatif, kalau di Merak-Bakauheni itu kan banyak ada 3 atau 4 jadi bisa dibagi-bagi," sebut Aan.

(hal/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest