Investor Khawatirkan Pelebaran Defisit APBN, Rupiah Tertekan Hingga Penutupan

avatar
· Views 2,277
  • Rupiah melemah 39 poin (0,23%) ke Rp16.997/USD pada penutupan Senin (16/3) dipicu kenaikan harga minyak dunia akibat perang Iran melawan AS dan Israel.
  • Lonjakan harga minyak berpotensi menaikkan inflasi AS, sehingga The Fed diperkirakan menahan bahkan berpotensi menaikkan suku bunga dalam rapat FOMC Maret.
  • Sentimen domestik juga menekan rupiah, termasuk kekhawatiran pasar dan lembaga pemeringkat terhadap potensi pelebaran defisit APBN seiring kenaikan harga minyak dan demiprogram Makan Bergizi Gratis.

Ipotnews - Kenaikan harga minyak dunia akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel membuat inflasi Negeri Paman Sam berpotensi naik dan mempersulit penurunan suku bunga acuan Federal Reserve, dan di sisi domestik memicu rencana pemerintah melebarkan defisit APBN .
Kondisi ini menjadi sentimen negatif yang mendorong pelemahan kurs rupiah hari ini. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin sore (16/3) pukul 15.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup melemah 39 poin atau 0,23% ke level Rp16.997 per dolar AS, dibandingkan posisi akhir perdagangan Jumat (13/3) yang berada di Rp16.958 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa tekanan pada rupiah masih akibat perang Iran melawan AS dan Israel. "Tensi geopolitik di Selat Hormuz semakin memanas. Iran masih sanggup melakukan perlawanan," kata Ibrahim dalam rekaman suara yang disebarkan kepada sejumlah media pada sore ini.
Minggu depan FOMC the Fed edisi Maret akan berlangsung. Dengan kondisi kenaikan harga minyak dunia yang terus meningkat, inflasi AS kemungkinan naik. "Ini bisa membuat the Fed kemungkinan mempertahankan, bahkan bisa saja menaikkan suku bunga acuan," ujar Ibrahim.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia memunculkan rencana pemerintah memperlebar defisit APBN mendapatkan respons negatif dari pelaku pasar maupun lembaga pemeringkat internasional. Ibrahim melihat Fitch dan Moody's tidak menyukai program Makan Bergizi Gratis yang menyedot anggaran Kementerian Pendidikan dan membebani defisit anggaran.
"Ini juga menjadi tekanan dari segi internal yang membuat rupiah mengalami pelemahan," ungkap Ibrahim.
Harga minyak mentah dunia kembali naik pada hari ini, karena fokus investor kembali pada ancaman yang dihadapi fasilitas minyak Timur Tengah. Meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan negara-negara untuk membantu melindungi Selat Hormuz, jalur vital untuk pengiriman energi global.
Pada hari ini, harga minyak mentah Brent naik USD2,73 atau 2,7% menjadi USD105,87 per barel pada pukul 07.30 GMT, setelah ditutup naik USD2,68 pada Jumat pekan lalu. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS juga naik USD1,65 atau 1,7% ke level USD100,36 per barel, setelah ditutup naik hampir USD 3 pada sesi sebelumnya.(Adhitya/AI)

Sumber : admin

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest