IDXChannel - Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil, Rabu (18/3/2026).
Bank sentral tersebut memperkirakan inflasi yang lebih tinggi, tingkat pengangguran yang stabil, dan hanya satu kali penurunan biaya pinjaman tahun ini, seiring para pejabat mengevaluasi risiko ekonomi akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Pengadilan AS Tolak Penyelidikan Kriminal Terhadap Ketua The Fed“Dalam jangka pendek, kenaikan harga energi akan mendorong inflasi secara keseluruhan, tetapi masih terlalu dini untuk mengetahui sejauh mana dan berapa lama dampak potensialnya terhadap perekonomian,” kata Gubernur The Fed, Jerome Powell dilansir dari Reuters, Kamis (19/3/2026).
Proyeksi baru menunjukkan suku bunga acuan semalam The Fed akan turun hanya sebesar seperempat poin persentase hingga akhir tahun ini, tanpa petunjuk mengenai waktunya.
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga, Perang Iran Jadi SorotanThe Fed pada 2025 menahan suku bunga hingga Agustus 2025 di level 4,25-4,50 persen sebelum memangkasnya pada September, Oktober, dan Desember 2025 menjadi 3,50-3,75 persen.
Sementara itu, pada Januari 2026, The Fed menahan suku bunga acuan.
Wall Street Ditutup dengan Penurunan Tajam Usai The Fed Pertahankan Suku BungaJerome Powell menggambarkan tantangan signifikan dalam menekan inflasi, mulai dari kenaikan harga yang terus-menerus akibat tarif hingga kenaikan harga energi akibat konflik di Iran, yang mungkin tidak dapat dianggap oleh bank sentral AS sebagai guncangan sementara.
Được in lại từ Idxchannel, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ