Zulhas Ungkap Dampak Perang AS-Iran: Harga Plastik Naik-Karung Gabah Langka

avatar
· Views 472
Zulhas Ungkap Dampak Perang AS-Iran: Harga Plastik Naik-Karung Gabah Langka
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran memberikan dampak nyata ke tanah air. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengakui perang tersebut memicu sejumlah masalah, mulai dari kenaikan harga avtur hingga plastik.

Salah satu dampaknya, yakni kesulitan mendapatkan karung untuk gabah. Zulhas mengatakan dirinya mendapat aduan langsung dari Kalimantan Barat mengenai sulitnya mendapatkan karung gabah.

"Misalnya sekarang plastik. Plastik itu luar biasa naiknya. Tadi ada yang mengadu kepada saya dari Kalimantan Barat. Mau beli gabah, karungnya nggak ada, karena karungnya dari plastik, jadi memang ada dampak kesulitan di situ," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: BUMN Kelimpungan Cari Plastik Kemasan, Imbas Perang Makin Nyata!

Tak hanya itu, jalur logistik global pun ikut terganggu. Konflik yang menyebabkan Selat Hormuz tutup ini membuat rute transportasi laut harus berputar lebih jauh. Imbasnya, mengerek biaya ongkos kirim dan waktu tempuh.

ADVERTISEMENT

"Sekarang ini transportasi laut itu putar ya tentu ongkos naik. Tadi misalnya 20 hari, sekarang bisa 60 hari ya, yang tadinya 30 hari sekarang 60 hari," tambah Zulhas.

Kondisi ini diperparah dengan merangkaknya harga avtur. Zulhas menyebut hal ini bisa berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.

"Avtur yang naik sehingga ongkos pesawat boleh (naik) 13%. Itu dampak daripada apa yang terjadi di kawasan perang Amerika-Iran-Israel," imbuh Zulhas.

Meski banyak sektor terdampak, Zulhas memastikan Indonesia telah mencapai swasembada pangan sehingga stok beras dipastikan aman dari gejolak harga maupun kelangkaan. Menurut Zulhas, kesiapan Indonesia menghadapi krisis global jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

"Beras aman, tidak ada kenaikan apapun. Sampai tahun 2026 beras kita aman, bahkan saya kira 2027," katanya.

(rea/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest