DPR Sebut Ekonomi RI Punya Bantalan Kuat, CPO hingga Nikel Jadi Penyelamat

avatar
· Views 440
DPR Sebut Ekonomi RI Punya Bantalan Kuat, CPO hingga Nikel Jadi Penyelamat
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta

Situasi ekonomi global saat ini dibayangi ketidakpastian imbas ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah, termasuk Timur Tengah. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang melimpah sehingga menjadi bantalan ekonomi Indonesia melalui penerimaan pajak.

Misbakhun mengatakan Indonesia penghasil Crude Palm Oil (CPO), batu bara, hingga nikel terbesar dunia. Tak ketinggalan, Indonesia juga masih dapat memproduksi minyak.

"Kita masih bersyukur di dalam ekonomi Indonesia ini adalah negara yang mempunyai resources ekonomi yang sangat besar, sehingga dengan multi-resources seperti itu, masih memberikan bantalan kuat bagaimana penerimaan pajak," ujar Misbakhun dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI bersama detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Baca juga: Harga BBM Tak Naik, Misbakhun: Perintah dari Presiden

ADVERTISEMENT

Misbakhun menilai penerimaan pajak mulai tumbuh dan berada dalam jalur yang benar seiring penggunaan Coretax. Namun, ia mengakui masih ada beberapa persoalan terkait sistem Coretax yang harus diselesaikan.

"Tetapi manfaat Coretax mulai bisa dirasakan. Penerimaan pajak mulai berada dalam jalur yang banyak," tambah Misbakhun.

Misbakhun menjelaskan, pola ekonomi Indonesia biasanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas saat harga minyak dunia melambung. Hal ini sering kali menjadi penyeimbang (offset) bagi beban fiskal negara.

"Tentunya kalau biasanya dalam setiap krisis, ketika harga minyak naik, pasti diikuti oleh harga komoditas yang naik. Batu bara naik, CPO naik, kemudian karet naik, nikel naik, dan lain-lain. Diharapkan itu akan tertutup nantinya, ter-offset kalau kita mendapatkan default rating. Kita beberapa kali dalam banyak momen kejadian krisis, Indonesia termasuk yang diuntungkan dari default rating. Nah, inilah yang diharapkan menjadi bantalan fisikal kita nanti ke depan," terang Misbakhun.

(rea/ara)

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 0

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ

  • tradingContest