Dalam rangka peringatan Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menggelar 'Kartini BISA Fest' sebagai bagian dari upaya pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan dan literasi teknologi digital. Program ini menjadi penguatan dari berbagai inisiatif strategis TelkomGroup dalam mendorong pelaku usaha, khususnya perempuan, agar lebih berdaya saing di pasar domestik maupun global.
Berbagai program dihadirkan, mulai dari pelatihan, fasilitasi sertifikasi, hingga penguatan branding produk. Kegiatan ini juga menjadi implementasi budaya perusahaan, yakni Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility (BISA) dengan menekankan kolaborasi dan inovasi.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, turut hadir dan memberikan dukungan terhadap agenda tersebut. Ia menilai momentum Hari Kartini penting untuk mendorong adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perayaan Kartini BISA Fest selama empat hari ini sangat luar biasa karena tidak hanya melibatkan perempuan, tetapi juga laki-laki yang turut berperan aktif. Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai perjuangan Kartini dan mengadaptasikannya dalam kehidupan saat ini yang serba digital. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar, mengenal, dan memanfaatkan teknologi guna memberikan dampak yang lebih luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: TelkomGroup Dukung Komdigi Ciptakan Ruang Digital Aman Anak Lewat PP Tunas |
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Telkom menghadirkan bazar kuliner yang melibatkan 40 UMKM perempuan, seminar cyber security dengan lebih dari 350 peserta, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung efisiensi konten kreatif dan pemasaran digital.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan untuk memajukan masyarakat, Telkom berkomitmen untuk memperkuat peran perempuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dari lebih dari 112.000 UMKM binaan, sebanyak 73.152 diantaranya merupakan pelaku usaha perempuan yang aktif mengikuti program pembinaan berbasis digital. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga pada penciptaan ekosistem digital yang inklusif, kolaboratif, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Telkom turut menghadirkan program Packfest dengan menyalurkan bantuan 500.000 cetak kemasan. Perusahaan juga memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi 2.250 UMKM perempuan guna memperkuat aspek branding dan legalitas produk, sehingga UMKM tidak hanya unggul dari sisi kreativitas, tetapi juga memenuhi standar yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar modern dan internasional.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) 2025, sekitar 64,5% atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan. Namun, masih terdapat tantangan, salah satunya terkait legalitas dan standardisasi produk. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) 2025 mencatat baru sekitar 35% UMKM yang memiliki sertifikasi halal.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dian secara simbolis menyerahkan bantuan sertifikasi halal dan hibah kemasan kepada perwakilan UMKM binaan. Penyerahan ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan dalam mendorong perempuan Indonesia untuk terus mengembangkan kapasitas diri, berani mengambil peluang, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam menghadapi dinamika era digital.
Dukungan tersebut juga menjangkau pelaku UMKM disabilitas sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam menghadirkan kesetaraan akses dan memastikan bahwa transformasi digital dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan yang inklusif, Telkom mendorong terciptanya ekosistem usaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dian menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Sebagai perusahaan teknologi, Telkom memiliki tanggung jawab untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi digital di seluruh lapisan masyarakat. Fokus kami pada pembinaan UMKM merupakan bagian dari upaya tersebut. Melalui digitalisasi dan standarisasi, kami berharap pelaku UMKM binaan tidak hanya tumbuh secara mandiri, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya," jelasnya.
'Kartini BISA Fest' yang dilaksanakan pada 20-24 April 2026 lalu ini menjadi implementasi nyata strategi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing. Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 5 (Kesetaraan Gender) dan poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Melalui berbagai inisiatif yang terintegrasi, Telkom berkomitmen untuk terus mendampingi perempuan Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu berkontribusi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, serta mendorong pertumbuhan digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Langkah Nyata Telkom: Jangkau Merauke, Menggerakkan Ekonomi Digital Lokal
Langkah Nyata Telkom: Jangkau Merauke, Menggerakkan Ekonomi Digital Lokal
(akn/ega)
Được in lại từ detik_id, bản quyền được giữ lại bởi tác giả gốc.
Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ