Dow Jones -809.28 poin, S&P500 -120.92 poin dan Nasdaq -514.11 poin. Yield obligasi 10 tahun AS turun ke 2.750%. Dow Jones ditutup turun lebih dari 800 poin dan mencatatkan penutupan terendah sejak akhir tahun 2020. Ketakutan investor akan ketidakpastian kondisi ekonomi AS, laporan keuangan korporasi AS, inflasi dan langkah moneter Fed mengurangi minat atas aset risiko dan mendorong aksi jual Wall Street. Rilis data makro AS semalam meski masih mencatatkan kenaikan, namun lebih rendah dari perkiraan.
Microsoft melaporkan tingkat pendapatan dan pertumbuhan yang mengalahkan perkiraan pasar. Sementara itu Google melaporkan tingkat pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Penurunan pendapatan dari Youtube akibat penghentian aktifitas di Rusia dan peningkatan biaya perolehan traffic menjadi penyebab.
Indeks volatilitas CBOE, VIX, naik ke kisaran 33 vs rata-rata 200 hari yang berada di kisaran 21. Sektor teknologi, komunikasi dan konsumen memimpin penurunan bursa saham AS. Lockdown China juga meningkatkan sentimen negatif. Beijing dikhawatirkan juga akan menerapkan lockdown mengikuti Shanghai.
Data durable goods order AS dirilis +0.8% vs +1.0% perkiraan.
Data tingkat kepercayaan konsumen AS dirilis 107.3 vs 108.5 perkiraan.
Data penjualan rumah baru AS dirilis 763K vs 774K perkiraan.
Data inflasi Australia dirilis +2.1% vs +1.7% perkiraan.
Menlu Rusia menyebutkan ancaman kemungkinan konflik Rusia-Ukraina menjadi perang nuklir sangatlah nyata. Rusia menyebutkan akan menghentikan pengiriman gas untuk Polandia dan Bulgaria mulai hari Rabu. Langkah ini adalah kelanjutan dari permintaan Putin untuk negara "tidak bersahabat" harus membayar minyak gas Rusia dalam ruble.
Kurniawanzxz_
Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ