Dow Jones -201.94 poin, S&P500 -1.94 poin dan Nasdaq -55.38 poin. Yield obligasi 10 tahun AS naik ke 2.300%, tertinggi sejak Mei 2019. Bursa saham AS ditutup turun setelah pernyataan Powell dalam acara National Association for Business Economics. Intraday, Dow Jones sempat turun hingga 400 poin.
Ketua Fed, Powell, menyebutkan kemungkinan Fed untuk menaikkan suku bunga acuan secara agresif dengan menaikkan suku bunga lebih dari 25bp dalam setiap pertemuan tetap terbuka. Powell menegaskan perlunya mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dalam rangka menekan inflasi yang sudah sangat tinggi. Konflik Rusia-Ukraina menambah tekanan naik pada harga dan tingkat inflasi.
Konflik Rusia-Ukraina tetap menjadi perhatian investor. Pada hari Senin, Ukraina menolak ultimatum Rusia agar pasukan Ukraina di Mariupol untuk menyerah. Sementara itu AS mengirimkan sistem pertahanan udara buatan Rusia ke Ukraina.
Crude oil kembali naik hari ketiga. Pagi ini oil naik ke $112 per barel. Tingkat volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan tetap tinggi. Perkiraan kemungkinan terjadi kekurangan supply terus membayangi pasar. Berita bahwa Uni Eropa mempertimbangkan embargo minyak Rusia seperti yang dilakukan AS turut mendorong harga minyak naik. Saudi Arabia sementara itu tidak bersedia untuk menambah produksi seperti yang diminta oleh AS dan UK. Arah naik masih akan lanjut. Support ada di 109.75 dan 107.50. Resistance ada di 114.50 dan 116.10. Emas ditutup naik di 1935. Penutupan atas 1948 akan mengurangi momentum turun. Selama di bawah 1948 masih akan dalam tekanan turun atau bergerak menyamping. Support ada di 1924 dan 1894. Resistance ada di 1948 dan 1959.
Kurniawanzxz_
Để lại tin nhắn của bạn ngay bây giờ