Kenapa “1 Contract” di Forex Sering Bikin Pemula Salah Langkah

avatar
· Views 377

Kenapa “1 Contract” di Forex Sering Bikin Pemula Salah Langkah

Kalau kamu baru nyemplung ke dunia trading forex, hampir pasti akan ketemu istilah “1 contract”. Banyak yang cuma nganggepnya istilah teknis, kayak jargon aja. Padahal, dari sini justru banyak kesalahan fatal muncul. Bukan karena strategi salah, tapi karena ukuran posisi nggak dipahami dengan benar.

1 Contract itu Sebenarnya Apa?
Di forex, 1 contract biasanya berarti 1 lot standar, atau setara 100.000 unit mata uang dasar. Misal kamu buka posisi 1 lot di EUR/USD, itu artinya kamu lagi trading 100.000 euro lawan dolar AS.
Terdengar besar? Iya, memang abstrak di awal. Tapi bayangin aja: harga bergerak 1 pip aja, efeknya bisa langsung terasa ke saldo kamu. Ini yang sering bikin pemula kaget saat “tiba-tiba” loss lebih besar dari perkiraan.

Jangan Cuma Lihat Angka Lot
Banyak trader pemula cuma fokus ke angka di platform: 0.01, 0.1, atau 1.0. Kedengeran kecil? Jangan salah, efeknya beda banget:

1 lot → 1 pip ≈ $10

0.1 lot → 1 pip ≈ $1

0.01 lot → 1 pip ≈ 10 sen

Jadi, ukuran contract langsung menentukan seberapa besar tekanan ke akun. Stop loss 20 pip di 1 lot itu beda banget sama 20 pip di 0.01 lot. Jadi, bukan cuma soal pip, tapi juga uang yang benar-benar dipertaruhkan.

Contract + Money Management = Lebih Aman
Kalau sudah ngerti nilai 1 contract, pandangan soal money management langsung berubah. Kamu nggak cuma mikirin “Stop loss berapa pip ya?” tapi mulai nanya, “Berapa persen modal yang sanggup saya rugi?”

Dari situ baru dihitung, lot size yang realistis sesuai modal. Memang awalnya ribet, tapi percaya deh, ini yang bikin trading nggak asal nebak-nebak. Lebih terukur, lebih aman, dan mental lebih tenang.

Ukuran Contract dan Emosi Trader
Ini yang sering diremehkan: psikologi trading.
Kalau posisi kebesaran: chart sedikit retrace aja, deg-degan. Mau geser stop loss, pengen close buru-buru, atau malah jadi panik.

Kalau lot sesuai modal: loss terasa wajar, profit nggak bikin euforia. Keputusan bisa diambil dengan kepala dingin.

Banyak pemula merasa jago karena pakai lot besar dan kebetulan profit. Padahal itu cuma soal timing. Sekali market nggak sesuai harapan, akun bisa terkuras lebih cepat dari yang dibayangkan.

Kesimpulan: Pahami Dasarnya Dulu
Belajar trading bukan soal strategi ribet atau indikator canggih. Hal dasar seperti 1 contract justru kuncinya.

Pahami:

  • Apa itu 1 contract
  • Bagaimana nilainya bergerak
  • Dampaknya ke risiko dan modal

Trading itu bukan siapa yang berani buka posisi paling besar, tapi siapa yang bisa bertahan paling lama tanpa mental dan modal hancur. Nah, memahami 1 contract adalah pondasi yang nggak boleh dilewatkan.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 5
avatar
Baru sadar kalau ukuran lot itu sebegitu pentingnya 😅
avatar
Selama ini cuma fokus stop loss dan analisa, ternyata risk per trade juga harus dihitung dari contract size ya
avatar
Penjelasannya gampang banget dimengerti. Aku baru ngeh kenapa kadang loss kecil aja bisa bikin akun deg-degan kalau lot kebesaran 😬
avatar
Jadi bukan soal strategi canggih, tapi ngerti dasar dulu yaa
avatar
Bener banget, mental itu kunci. Gue pernah overlot dan chart sedikit retrace udah panik, padahal analisa oke

-KẾT THÚC-

  • tradingContest