Leverage Forex: Kenapa Kelihatannya Ngebantu, Tapi Sering Jadi Biang Masalah

avatar
· Views 941

Leverage Forex: Kenapa Kelihatannya Ngebantu, Tapi Sering Jadi Biang Masalah

Kalau boleh jujur, leverage itu salah satu hal pertama yang bikin orang tertarik masuk ke forex. Modal kecil, tapi katanya bisa trading besar. Kedengarannya masuk akal, bahkan terdengar adil. Tapi justru di situlah banyak trader pertama kali salah paham.

Saya sendiri dulu mengira leverage itu semacam “bonus kekuatan”. Selama margin masih aman, berarti posisi juga aman. Nyatanya? Nggak begitu cara kerjanya. Butuh waktu, loss, dan beberapa akun buat benar-benar ngerti apa arti leverage sebenarnya.

Di artikel ini saya nggak mau sok ngajarin. Saya cuma mau jelasin leverage forex dari cara pandang trader, lengkap dengan angka nyata dan kesalahan yang sering kejadian di lapangan.

Sebenarnya Leverage Itu Apa?

Leverage di forex itu izin dari broker supaya kita bisa mengontrol transaksi yang nilainya lebih besar dari modal yang kita punya.

Misalnya:
Leverage 1:100
Artinya: dengan modal 1 dolar, kamu boleh “menggerakkan” 100 dolar di market

Yang sering keliru dipahami:

  • Leverage bukan uang tambahan
  • Leverage juga bukan jaminan cuan

Saldo kamu tetap sama. Yang berubah hanya ukuran transaksi yang boleh kamu buka. Dan yang sering dilupakan: Kalau market salah arah, yang kena tetap saldo kamu, bukan saldo broker.

Contoh Angka Biar Nggak Ngawang

Biar kebayang, kita pakai angka simpel.

Modal $1.000, Leverage 1:100

Dengan kondisi ini: Kamu bisa buka posisi sampai $100.000
Itu setara 1 lot standar di EUR/USD

Nilai 1 pip ≈ $10

Artinya:

  • Harga bergerak +10 pip → +$100
  • Harga bergerak −10 pip → −$100

Kelihatannya masih wajar, kan? Sekarang masalahnya bukan di leverage-nya, tapi di cara pakainya.

Modal Sama, Tapi Overlot

Masih modal $1.000. Leverage tetap 1:100
Tapi trader buka 2 lot

Sekarang:
1 pip ≈ $20
10 pip lawan arah = −$200
50 pip = −$1.000 (habis)

Padahal 50 pip di forex itu normal, bukan pergerakan ekstrem.

Akun habis bukan karena market “jahat”, tapi karena ukuran posisi tidak masuk akal.

Leverage Tinggi Itu Bahaya? Nggak Selalu.

Ini bagian yang sering bikin debat. Banyak orang bilang: “Leverage tinggi itu berbahaya” Padahal yang lebih tepat: Leverage + overlot = berbahaya
Trader profesional justru sering pakai leverage besar, misalnya 1:200 atau 1:500. Tapi:

  • lot kecil
  • risiko jelas
  • stop loss dihitung

Leverage besar itu seperti jalan tol. Kalau kamu nyetir pelan dan sadar, aman. Kalau ngebut tanpa kontrol, ya jelas celaka.

Margin Bukan Penentu Aman atau Tidak

Ini salah satu kesalahpahaman paling umum. Banyak trader mikir: “Margin masih sisa banyak, berarti posisi aman.” Padahal, margin cuma syarat buka posisi, bukan batas risiko
Market nggak peduli margin kamu sisa berapa. Selama posisi terbuka, loss tetap jalan.

Saya pernah lihat akun: Margin masih 70%, tapi floating loss sudah bikin trader panik. Akhirnya.. tutup di loss besar karena mental sudah kena. Masalahnya bukan di margin, tapi psikologi.

Kesalahan Klasik Saat Pakai Leverage

1. Terlalu Percaya Diri di Awal
Biasanya kejadian setelah beberapa kali profit:

  • “Kayaknya market gampang”
  • “Naikin lot dikit nggak apa-apa”

Padahal market belum berubah, yang berubah cuma ego.

2. Stop Loss Cuma Formalitas
Pasang SL, tapi:

  • terlalu dekat
  • atau malah dihapus saat harga mendekat

Leverage bikin pergerakan kecil terasa besar, dan itu bikin emosi gampang kepancing.

3. Trading Bukan Berdasarkan Risiko
Banyak trader tahu:

  • leverage berapa
  • lot berapa

Tapi nggak tahu: kalau SL kena, rugi berapa dolar, itu berapa persen dari akun.
Kalau kamu nggak bisa jawab itu sebelum entry, berarti leverage sedang dipakai tanpa kontrol.

Cara Pakai Leverage Biar Lebih Masuk Akal

Saya pribadi baru merasa lebih stabil setelah fokus ke satu hal: risiko per trade.

Bukan leverage, bukan lot.
Contohnya:

  • Modal $1.000
  • Risiko maksimal per trade: 2% ($20)
  • SL: 20 pip
  • Berarti: 1 pip = $1

Lot disesuaikan, bukan ditebak. Dengan cara ini, ,au leverage 1:100 atau 1:500 nggak terlalu relevan... Yang penting, sekali salah nggak bikin akun rusak

Kenapa Leverage Sering Disalahkan?

Karena leverage mempercepat hasil.

Kalau strategi kamu belum matang, psikologi belum stabil, dan manajemen risiko belum rapi.. maka leverage akan mempercepat kehancuran.

Tapi, kalau kamu udah mulai disiplin, tahu batas risiko, dan konsisten.. maka leverage justru membantu efisiensi modal.

Penutup

Leverage forex itu bukan teman, bukan musuh. Dia cuma alat. Yang bikin berbahaya bukan angkanya, tapi keputusan di baliknya.

Market gak peduli kamu pakai leverage berapa, modal kamu berapa.
Market hanya merespons ukuran posisi, arah harga, dan seberapa siap kamu menerima salah.

Forex bukan soal cepat besar. Forex soal bertahan cukup lama sampai kamu benar-benar paham apa yang kamu lakukan.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 3
avatar
Bagian overlot bnr banget. Dulu ngerasa market ‘jahat’, padahal yang salah ukuran posisi sendiri 😅 Artikel ini lumayan bikin mikir ulang soal leverage
avatar
Gue dulu juga mikir margin masih aman = posisi aman... wkwk kesalahan pemula biasa 😫
avatar
Leverage itu kayak jalan tol... analogi ini relate banget. Pelan aman, ngebut ya wassalam

-KẾT THÚC-

  • tradingContest