Perang AS-Iran Meledak, Rupiah Tertekan, Emas & Minyak Jadi Sorotan

avatar
· Views 746
Forex

Emas Kembali Diminati

Update Pasar & Insight Trading — Followme
Ketegangan geopolitik melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan militer terbesar AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Konflik memasuki fase yang lebih agresif setelah Pemimpin Tertinggi Iran dilaporkan tewas, memicu kekhawatiran eskalasi regional.
Dampaknya langsung terasa ke pasar global.

🛢️ Energi Terguncang: Risiko Krisis Pasokan
Ketegangan meningkat setelah:
  • Saudi Aramco menghentikan operasi kilang Ras Tanura (550.000 barel/hari) akibat serangan drone.
  • QatarEnergy menghentikan produksi LNG setelah fasilitasnya diserang.
  • Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz (jalur sekitar 20% pasokan energi dunia) dilaporkan hampir terhenti.
Lonjakan harga minyak memperbesar risiko inflasi global. Pasar kini mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dengan probabilitas cut berikutnya mundur dari Juli ke September.

🥇 Emas Rebound di Atas $5.100

Harga emas kembali menguat di atas $5.100/ons setelah sempat anjlok lebih dari 4% pada sesi sebelumnya.
Faktor pendorong:
  • Permintaan safe-haven di tengah perang
  • Aksi beli saat harga turun
  • Tekanan pasar saham yang memicu realokasi portofolio
Namun, penguatan dolar AS (+1,4% minggu ini) dan kenaikan imbal hasil obligasi membatasi kenaikan lebih lanjut. Pasar kini hanya memproyeksikan sekitar 80% peluang total pemangkasan 25 bps tahun ini, turun dibanding pekan lalu.
Artinya: emas didukung risiko geopolitik, tapi tertahan risiko inflasi & suku bunga tinggi lebih lama.

Perang AS-Iran Meledak, Rupiah Tertekan, Emas & Minyak Jadi Sorotan

🇯🇵 Yen & Dolar: Safe Haven Bertarung

Yen Jepang melemah ke sekitar 157,6 per dolar AS karena dolar menjadi pemenang utama di antara mata uang safe haven.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan intervensi tetap menjadi opsi, dengan koordinasi erat bersama otoritas AS.

🇮🇩 Rupiah Melemah, BI Siap Intervensi

Nilai tukar rupiah dibuka di Rp16.926/USD pada Rabu (4/3) pagi, melemah sekitar 0,32%. Bank Indonesia melalui Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menegaskan akan melakukan intervensi agresif dan konsisten melalui:
  • Spot market
  • Non-Deliverable Forward (NDF) offshore & onshore
  • Pembelian obligasi di pasar sekunder
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas di tengah tekanan global.
 
📊 APBN Defisit, Tapi Belanja Dorong Pertumbuhan
Kementerian Keuangan mencatat:
  • Defisit Januari 2026: Rp54,6 triliun (0,21% PDB)
  • Pendapatan naik +9,5% YoY
  • Pajak neto melonjak +30,7% YoY
  • Belanja negara naik +25,7% YoY (tertinggi sejak 2019)
Belanja agresif mendorong pertumbuhan, tercermin dari revisi naik proyeksi ekonomi Indonesia 2026 oleh konsensus Bloomberg ke +5,2% YoY.
Namun, S&P Global Ratings memperingatkan risiko tekanan fiskal dan biaya utang yang meningkat.
 
Selain itu, inflasi Indonesia yang naik ke 4,76% YoY (Februari), jauh di atas target Bank Indonesia sebesar 2,5±1%. Ini membawa beberapa implikasi penting, seperti:
  • Peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi lebih terbatas. BI kemungkinan akan lebih fokus menjaga stabilitas harga dan nilai tukar ketimbang mendorong pertumbuhan agresif.
  • Ekspektasi suku bunga bertahan lebih lama dapat mendorong imbal hasil SBN naik, terutama di tenor pendek-menengah. Ini bisa menarik dana asing, tetapi juga meningkatkan biaya utang pemerintah.
 
🇦🇺 Australia Tertekan Geopolitik

AUD melemah mendekati $0.700 meskipun GDP Q4 2025 tumbuh 0,8% QoQ dan 2,6% YoY (tercepat dalam hampir 3 tahun). Risiko geopolitik mengalahkan sentimen positif domestik.
Walaupun pertumbuhan menguat, pasar masih melihat ruang pelonggaran kebijakan jika tekanan global berdampak ke permintaan eksternal. Artinya, data GDP kuat belum tentu mengubah arah kebijakan dalam waktu dekat. Jika konflik mendorong inflasi global melalui lonjakan energi, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga lebih lama, skenario yang biasanya negatif bagi AUD karena memperlebar diferensial suku bunga ke USD.
 
Selama risk sentiment negatif dan USD kuat, rebound AUD cenderung terbatas.

Apa Artinya untuk Trader?

1. Komoditas

  • Minyak & emas tetap sensitif headline perang.
  • Waspadai volatilitas ekstrem di sesi Asia & Eropa.

2. USD Dominan

  • Selama konflik berlanjut, USD berpotensi tetap unggul.
  • Safe haven tradisional seperti JPY belum dominan.

3. USD/IDR

  • Area 17.000 menjadi resistance psikologis kuat.
  • Intervensi BI bisa memicu pullback cepat.

Pasar global kini memasuki fase risk-off struktural akibat eskalasi Timur Tengah.
  • Minyak & emas jadi beneficiary awal
  • Dolar AS menguat
  • Rupiah dan mata uang emerging market tertekan
Arah berikutnya sangat bergantung pada perkembangan militer di Timur Tengah dan respons kebijakan bank sentral global.
 
Trader disarankan menjaga manajemen risiko ketat dan mengurangi leverage selama volatilitas headline-driven masih tinggi.

Tuyên bố miễn trừ trách nhiệm: Quan điểm được trình bày hoàn toàn là của tác giả và không đại diện cho quan điểm chính thức của Followme. Followme không chịu trách nhiệm về tính chính xác, đầy đủ hoặc độ tin cậy của thông tin được cung cấp và không chịu trách nhiệm cho bất kỳ hành động nào được thực hiện dựa trên nội dung, trừ khi được nêu rõ bằng văn bản.

Bạn thích bài viết này? Hãy thể hiện sự cảm kích của bạn bằng cách gửi tiền boa cho tác giả.
Trả lời 9
avatar
bahaya bahaya 🔥
photo
avatar
Seremnya
avatar
wah genting nih, rupiah makin deket 17 ribu
avatar
BBM langka sepertinya bbrp hari lagi
avatar
😫
avatar
😯
avatar
Gila serem banget baca beritanya
avatar
Huhhhh OTW Makin langka dan sulit aja nihh BBM
avatar
😓

-KẾT THÚC-

  • tradingContest